Banyak Peminat, Bukti PNS Masih jadi Favorit Masyarakat

KBRN, Sendawar : Animo masyarakat Indonesia yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) cukup tinggi. Salah satunya di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur. Hingga Kamis (28/11/2019) loket penerimaan berkas CPNS tidak pernah sepi antrean. Bahkan hingga pukul 12.00 Wita sudah ada 378 pelamar yang mengantar berkas persyaratan secara langsung. Jumlah itu kemungkinan terus bertambah mengingat ada ribuan orang yang mendaftar secara online. Apalagi pendaftaran baru ditutup 2 Desember mendatang. Sementara kuota penerimaan hanya 159 orang.

“Sampai hari ini untuk bidang teknis yang sudah kita terima berkasnya ada 217 pelamar. Kesehatan 104, bidang pendidikan 57 orang. Cuma yang masih kosong itu di formasi dokter spesialis,” jelas salah satu petugas penerima berkas CPNS di kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Kutai Barat.

Tingginya peminat CPNS itu seolah membuktikan jika karier PNS masih jadi favorit masyarakat. Lantas apa alasannya?

“Jadi PNS itu keuntungannya banyak tapi tantangannya juga banyak. Enaknnya itu gaji pasti, jam kerja tetap, ada jaminan hari tua pula. Kalau tantangannya khusus jaman sekarang kan eranya terbuka ya. Jadi masyarakat itu bisa menilai PNS itu lebih gampang. Jadi harus sesuai skilnya. Apalagi di daerah pedalaman kan biasanya tugas-tugasnya itu lebih berat,” ujar Olif pelamar asal Kota Samarinda yang mendaftar di formasi D4 Kebidanan.

“PNS jadi karier favorit karena anggapan orang kalau jadi pegawai itu sukses. Terus kita yang muda-muda ini kalau mau cari pasangan lagi-lagi orang cenderung lihat status PNS atau bukan. Kalau bukan PNS apalagi kerja belum jelas bisa-bisa kita tereliminasi dari zonasi calon menantu idaman,” tambah Hendra pelamar asal Kecamatan Damai, Kubar.

BACA JUGA: Pendaftaran CPNS Kubar Sudah dibuka Selama 15 Hari

Meski begitu ada sejumlah pelamar yang mengaku ingin mengabdikan diri demi melayani masyarakat.

“Alasan saya pingin jadi PNS untuk membangun daerah dan berkarya demi bangsa dan negara,” pungkas Yeri pelamar asal kabupaten Kutai Timur yang mengambil formasi analis jalan dan jembatan dinas PUPR.

Dia mengaku rela datang jauh-jauh dari Kutai Timur demi memburu tiket CPNS di Kubar lantaran di daerahnya tidak ada formasi yang sesuai dengan pendidikannya.

“Makanya biar jauh kita datang karena disini wajib antar sendiri. Tidak bisa lewat pos,” katanya.

Alasan yang sama juga diungkapkan Yosepha. Wanita asal Kubar ini justru kebalikan dari rekannya yang dari Kutim. Perempuan 25 tahun itu justru mendaftar di kabupaten Kutai Timur karena formasi yang diinginkan tidak tersedia di Kutai Barat.

“Formasinya pengawas perempuan dan anak di Kubar belum ada makanya saya daftar di Sangata,Kutim. Untungnya disana kita bisa kirim langsung lewat onilne. Tidak kaya disini yang harus daftar manual,” katanya.

“Kalau alasan yang pastinya saya ingin membangun daerah saya. Cuma karena daftarnya di Kutai Timur jadi pasti saya akan fokus disana. Karena saya ingin memberdayakan perempuan dan anak,” beber Yosepa.

Terpisah sejumlah warga Kubar berharap reformasi birorasi yang dijalankan pemerintah harus ditanamnkan dalan diri setiap abdi negara tersebut, termasuk calon ASN.

“Kami berharap sih PNS itu kalau kerja jangan juga suka main game, disiplin juga. Karena kadang kita lihat pas jam kerja itu ada aja mereka ke pasar jalan-jalan begitu. Mungkin ada bosnya baru takut,” pungkas Udin warga Barong Tongkok.

“Yang baru-baru ini harus lebih baik lah. Lihat masyarakat itu butuh apa disitu yang mereka bantu, jangan takut sama atasannya aja. Layani masyarakat dengan sepenuh hati. Masyarakat pasti senang kalau pelayanannya cepat,” tambah Yuni warga Kelurahan Simpang Raya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00