Regenerasi Atlet Layar, Pengprov Seleksi Postur Tubuh

Teddy Abay Ketua Porlasi Kaltim (kiri) bersama atlet saat di PON Papua. (Dok Rendy)

KBRN, Samarinda: Pengprov Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim, pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 lalu di Papua, berhasil menyumbangkan 5 medali emas untuk kontingen Benua Etam.

Dengan meraih emas tersebut, menghantarkan Layar Kaltim meraih juara umum. Sehingga bisa terlihat atlet-atlet ini cukup memiliki kualitas dan bersaing di kancah nasional.

Untuk melahirkan penerus atlet layar berprestasi di Benua Etam agar tidak terputus, Ketua Pengprov Porlasi Kaltim, Teddy Abay mengatakan jika pihaknya sudah jauh hari mempersiapkan regenarasi atlet.

Yang mana dalam melakukan regenerasi tersebut, dirinya terlebih dahulu melihat postur tubuh si atlet hingga jejak keluarganya. Karema menurutnya dari proses seleksi ini lah yang membuat Kaltim kokoh di tingkat nasional.

"Udah. Jadi sejak kami selesai PON Papua, Desember itu kami langsung seleksi sudah. Seleksinya bertahap, seleksi administrasi untuk melihat umur, Kartu Keluarga, status kependudukan dia, terus postur tubuh keluarganya rata-rata seperti apa. Umur, postur tubuh, dan gender putra/putri itu sangat menentukan baik kami untuk memilih atlet-atlet masa depan," terang Teddy Abay saat dihubungi via telepon, Rabu (25/05/2022).

Lebih lanjut Teddy menjelaskan, seleksi ini dilakukan pada atlet usia 8 tahun. Yang mana ada kelas tersendiri bagi atlet yang memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan besar.

"Kalau kondisi fisiknya cenderung membesar, kami kan melihat dari kakaknya, bapak/ibunya. Nah itu kordinasi umur 8 tahun masih kecil, sebentar membesar itu. Biasanya itu kami geser ke selancar angin kelas double handed," jelasnya.

Teddy kembali menambahkan, jika untuk atlet yang posturnya lebih kecil akan dimasukan pada kelas perorangan. Yang mana untuk seleksi ini juga berjalan dengan ketat, karena melihat rekam jejak dari orangtua hingga saudara si atlet.

"Tapi kalau yang kelihatan orangtuanya, saudaranya itu kecil-kecil, sampai tua masih kecil-kecil terus badannya itu kami geser ke single handed seperti kelas optimis. Karena kita berharap badannya jangan membesar waktu lomba nanti," tambah Teddy.

Regenerasi atlet layar ini sangat perlu dilakukan bagi Teddy. Karena menurutnya, untuk mempertahankan kualitas cabor Layar di tingkat nasional perlu melakukan tahapan-tahapan tersebut, agar dimasa mendatang, Kaltim tidak kehabisan penerusnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar