Permasalahan Diundurnya Kongres PSSI Kaltim Berlanjut, Dandri Dauri Sebut Adanya Kongkalikong

Dandri Dauri salah satu calon kandidat yang maju dalam Kongres Asprov PSSI Kaltim.

KBRN, Samarinda: Terkait permasalahan penguguran 3 calon kandidat dalam menuju Kongres pemilihan Ketua Umum Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Kaltim 2022, kini masih berlanjut.

Dimana sebagai salah satu calon yang digugurkan pada tahap verifikasi berkas, Andri Dauri Husain mengatakan bahwa dirinya dan tim pemenangan merasa sangat siap untuk maju sebagai ketua. Hanya saja Ia dan kandidat lainnya digugurkan oleh komite pemilihan.

"Saya sebagai salah satu calon kandidat yang maju sebagai Ketua PSSI Kaltim, tentu melihat apakah persyaratan yang diberikan oleh panitia Komite Pemilihan bisa saya penuhi atau tidak.

Alhamdulillah dari semua yang saya dapatkan dari persyaratan yang saya siapkan, dari tim kami pun saya pikir sudah siap," ujar Dandri dalan konfrensi pers yang digelar, Senin (23/05/2022).di Samarinda.

Menurutnya, ada tindakan yang tidak transparasi terhadap calon kandidat ini. Karena Dandri sendiri telah memiliki bukti tersebut berupa rekaman percakapan antara Ia dengan Ketua Komite Banding.

"Terjadinya kongkalikong antara tim komite pemilihan dengan kandidat yang lainnya. Saya berani bilang begitu karena saya sudah punya buktinya. Dan saat ini juga saya sudah melaporkan temuan dugaan yang saya pikir memalsukan salah satu persyaratan yang nyata dibuat oleh mereka (komite pemilihan)," terangnya.

Lebih lanjut, salah satu persyaratan utama untuk maju sebagai ketua yakni wajib melampirkan SKCK. Tetapi Dandri melihat tidak ada persyaratan tersebut yang di cantumkan untuk kedua kandidat, selain dirinya.

Hal ini lah yang membuat Dandri sangat emosional dan merasa terzolimi oleh komite pemilihan Kongres Asprov PSSI Kaltim.

"Saya melihat tidak ada SKCK diterbitkan dalam persyaratan dua kandidat calon. Termasuk salah satunya persyaratan terkait tentang keterangan bahwasannya calon ketua tidak pernah terlibat pidana hukum selama 5 tahun. Indikasi ini merupakan sebuah keburukan dan penzoliman kepada saya, khususnya para pecinta sepakbola Kaltim," jelasnya.

Untuk itu, Dandri bersama tim pemenangannya akan menghadapi masalah ini hingga ke jalur hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar