3 Kandidat Calon Digugurkan, Komite Kongres Asprov PSSI Kaltim Tak Buka Pengajuan Banding

Logo PSSI. (Ist)

KBRN, Samarinda: Setelah digugurkannya 3 kandidat calon Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur (Kaltim) pada hasil verifikasi, Minggu (22/05/2022), seharusnya ada peluang bagi bakal calon ini untuk mengajukan banding.

Tetapi hal tersebut, hak untuk mengajukan keberatan ke Komite Banding Kongres Asprov PSSI Kaltim ini pun tak bisa diproses.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Ketua Komite Banding, Supono, saat dihubungi melalui sambungan handphone-nya, bahwa semua proses terkait tahapan kongres sudah dikembalikan ke PSSI pusat. Pasalnya tidak ada satu pun calon yang dinyatakan lolos tahapan verifikasi.

"Banding bisa dilakukan jika ada dua lolos dan satu tidak, itu baru bisa. Silakan saja konfirmasi ke PSSI pusat untuk lebih jelasnya," pungkas singkat Supono, Senin (23/05/2022).

Sementara itu ditemui di KONI Kaltim, Musahibin Arief, selaku tim pemenangan salah satu kandidat, merasakan adanya kejanggalan. Dirinya mengaku sudah melakukan upaya-upaya untuk menyatakan keberatan kepada penyelenggara kongres.

Pria yang akrab disapa Haji Ari ini menjelaskan, usai memastikan calon yang diusung juga gugur, pihaknya langsung menanyakan alasan terkait kepada Komite Pemilihan. Namun dari Komite Pemilihan, mereka diarahkan untuk mengajukan permohonan keberatan kepada Komite Banding.

"Sesuai arahan, kami mencoba untuk melayangkan permohonan kepada Komite Banding. Tapi justru peluang itu ditutup. Malah disuruh menanyakan ke pusat. Ini ada apa sebenarnya?," tegas Haji Ari.

Karena masih merasa penasaran dengan keterangan yang dianggapnya tidak jelas ini, Haji Ari pun mempertanyakan apakah aturan ini ada di statuta. Karena diameyakini, semua persyaratan untuk pencalonan yang diajukannya sudah dipenuhi.

Mulai dari jumlah dukungan minimal dari pemilik suara, hingga ke pelampiran Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai salah satu item yang disyaratkan.

"Jika karena ketiga calon tak ada yang lolos, lantas tak ada peluang untuk mengajukan banding, saya ingin bertanya apakah aturan itu ada di statuta?," ujar Haji Ari mempertanyakan hal tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar