Gelar Rakerprov, Pertina Kaltim Bahas Perisapan Porprov Berau

Foto bersama Pengprov Pertina Kaltim dalam Rakerprov.

KBRN, Samarinda: Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Pertina Kaltim), Rabu (26/01/2022) siang menggelar pelaksanaan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Ruang Rapat Lantai II, KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda.

Dalam rapat tersebut, turut dihadiri oleh 10 Pengcab Pertina Kabupaten/Kota.

Dari hasil rapat yang digelar, Sekum Pertina Kaltim, Darmin Balfas menjelaskan bahwa sebelumnya ada beberapa daerah yang mengusulkan untu bisa menggelar pelatihan pelatih dan wasit dalam waktu dekat.

Kemudian Pengcab Bontang menyampaikan bahwa pihaknya berencana mengadakan piala terbuka Wali Kota Bontang.

"Pertina Kaltim menjawab bahwa untuk rencana ini pada dasarnya akan disikapi oleh Pertina, tetapi kemungkinan besar hal itu nanti bisa dilaksanakan, kalau pun nanti dilaksanakan dan mudah-mudahan juga terlaksana, rencana Open Turnamen Tinju Pertina Kaltim di Samarinda. Dimana disitu nanti open memang tetapi kita hanya akan mengundang daerah-daerah tertentu untuk hadir," jelas Darmin, usai Rakerprov, Rabu (26/01/2022).

Mengundang daerah tertentu, dikarenakan Pertina Kaltim mencoba untuk mengukur kemampuan Petinju Benua Etam dari hasil seleksi yang akan dilakukan Rabu (26/01/2022) malam ini.

"Tujuannya adalah untuk mengetes atau melihat hasil tim yang di seleksi menjadi tim Kaltim. Apakah kemampuan mereka, bagaimana kemampuan mereka, karena tujuan kita tidak berbicara hari ini, tetapi PON 2024 di Aceh-Medan," ujarnya.

Kemudian dalam rapat tersebut Berau juga meminta dari 25 nomor yang akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII/2022 nanti, meminta kepada Pengprov untuk mengikuti nomor yang mereka punya. Namun Darmin mengatakan Pengcab lainnya telah sepakat untuk mempertandingkan 25 nomor tanding.

"Menurut dia (Berau) pada dasarnya bahwa itu dikesampingkan karena mengacu pada nomor tanding yang ada, 13 nomor untuk putera, 12 nomor untuk puteri disepakati semuanya dipertandingkan," jelasnya.

"Yang ketiga terhadap umur mengacu pada aturan, maka batasan umur yang boleh bertanding adalah 18 tahun, maksimal 35 tahun. Tujuannya adalah PON 2024," lanjutnya.

Selain itu juga Darmin kembali menjelaskan, adapun pembahasan pelaksanaan Porprov yang tidak ada Pra-nya. Untuk itu, Pengprov Pertina Kaltim memberikan imbauan kepada seluruh Pengcab agar segera mempersiapkan atlet yang akan turun dan pemberkasan nomor tanding yang akan diikuti.

"Kemudian hal-hal lain, karena ini tidak ada Pra, maka kemungkinan 2-3 bulan sebelum pelaksanaan Porprov, maka oleh Pengprov langsung mewajibkan seluruh kabupaten/kota menyerahkan daftar-daftar nama dan nomor tanding yang mereka ikuti," jelasnya lagi.

Bahkan Pertina Kaltim juga memberikan kesempatan Pengcab lain untuk menarik atlet dari daerah lain untuk dimutasi menjadi atletnya dengan persyaratan yang perlu dipenuhi.

"Soal mutasi juga dibahas, karena dipertanyakan oleh Mahulu perihal mutasi. Pengprov membuka selebar-lebarnya terhadap daerah yang ingin lakukan mutasi. Dengan catatan, harus mengacu pada aturan. Aturannya itu ya mengacu pada apa persyaratannya," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar