Hasil PON Papua Kurang Baik, KONI Kaltim Minta Maaf

KBRN, Samarinda: Rapat Kerja Provinsi Komite Olahraga Nasional Indonesia (Rakerprov KONI) Kaltim yang digelar pada Minggu (28/11/2021) pagi di Ballroom Hotel Aston Samarinda telah berakhir dihari yang sama. Yang mana sebelumnya kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor.

Kegiatan Rakerprov ini membahas dari hasil evaluasi PON XX Papua lalu, kesiapan Berau sebagai tuan rumah Porprov VII/2022 dan persiapan Kaltim sejak dini menatap PON XXI di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) 2024 mendatang.

Pada PON lalu, kontingen Kaltim sendiri menurunkan sebanyak 374 atlet dari 30 cabang olahraga (cabor) yang diikuti. Jumlah ini terbilang cukup sedikit jika dibandingkan dengan PON 2016 lalu di Jawa Barat (Barat) dengan menurunkan sebanyak 640 atlet dengan mengikuti 40 cabor.

Dari kedua ajang PON ini, Kaltim meraih jumlah medali yang sama, yakni 25 medali emas. Hanya saja 2016 lalu Kaltim berada diposisi 5 besar, dan sekarang berada diposisi 7 besar nasional, dibawah kontingen Bali dan Jateng.

Dalam kesempatannya memberikan sambutan Rakerprov kali ini, Ketua Umum KONI Kaltim, Zuhdi Yahya meminta maaf atas hasil tersebut. Namun perlu diketahui, hasil ini dapat dikatakan meningkat karena sedikit cabor yang diikuti dengan keterbatasan anggaran.

"Untuk itu, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kaltim atas raihan peringkat tersebut. Walaupun demikian perolehan medali emas kontingen Kaltim secara kualitas mengalami peningkatan," ucap Zuhdi dalam sambutannya.

Kemudian dalam rangkaian kegiatan ini, KONI sejak dini akan mempersiapkan kontingen Kaltim menatap PON pada tiga tahun mendatang dengan memotivasi atlet dan pelatih agar giat berlatih memberikan uang saku bulanan untuk menjalani TC Desentralisasi mandiri.

"Dalam kegiatan ini KONI Kaltim akan memberikan bantuan uang saku setiap bulan peserta TC Mandiri tersebut dengan indek yang telah ditentukan. Kegiatan desentralisasi mandiri tersebut akan dimulai pada awal bulan Desember," terangnya.

Lebih lanjut, Zuhdi juga meminta kepada seluruh organisasi yang terhubung dengan KONI Kaltim untuk saling bekerjasama untuk menyukseskan pelaksanaan Poprprov 2022 di Berau, kemudian lanjut fokus persiapan menuju PON mendatang.

"Untuk itu, menggalakan kebersamaan dan kekompakan, guna membina prestasi olahraga di Kaltim, dan menyukseskan Porprov VII/2022 menuju prestasi emas pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumut yang akan datang," jelas Zuhdi.

Jumlah uang saku bulanan yang diberikan untuk menjalano TC Mandiri, untuk Atlet sendiri mendapatkan Rp 3,5 juta dan untuk pelatih Rp 4 juta sebagai motivasi untuk lebih giat berlatih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar