Bertugas di Papua, 51 Wasit Kaltim Dapat Uang Saku Tambahan Dari KONI

KBRN, Samarinda: Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KONI Kaltim), Rabu (22/09/2021) siang, memberikan uang saku tambahan kepada wasit asal Kaltim yang bertugas pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 tahun 2021 di Papua mendatang.

Sebanyak 51 wasit asal Kaltim ini menerima langsung uang saku tambahan dari Ketua Umum KONI Kaltim, Zuhdi Yahya, yang dilakukan di ruangan Aula kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda. Hal ini seperti yang dikatakan Zuhdi Yahya melalui Kabid Humas KONI, Zulkarnain.

"Tadi secara simbolis KONI Kaltim menyerahkan bantuan uang saku kepada 51 wasit itu dari beberapa cabor," ujar Zulkarnain, Rabu (22/09/2021).

Lebih lanjut Zul menerangkan pesan dari Zuhdi Yahya, meskipun sebanyak 51 wasit asal Kaltim ini bertugas di pesta olahraga 4 tahunan tersebut, namun tidak diperbolehkan memihak daerahnya saat bertanding. Namun jika ada kejanggalan saat pertandingan, maka ada upaya dari wasit ini untuk menerima protes yang dilayangkan cabor yang asal Kaltim juga.

"Jadi wasit itu kan bagian dari pertandingan yang sangat penting. Jadi kalau misalnya kita ada ikut berperan di pertandingan itu, berarti kita punya akses. Ibarat perusahaan itu kita punya saham," terangnya.

"Nah pesannya pak Zuhdi tadi kita tidak mungkin memihak, cuma dia bersikap adil lah. Kalau misalnya ada protes, dia bisa menyampaikan aspirasi kita begitu," sambungnya.

Zul juga mejelaskan ada beberapa cabor yang mempunyai wasit tersebut, ada juga yang tidak ada. Karena menurutnya ada beberapa tahapan untuk dapat menjadi wasit yang perlu dijalani. Sehingga untuk lolos menjadi wasit pada ajang seperti ini tidaklah mudah.

"Seperti cabor billiar itu ada satu. Kami mengusulkan dua, yang disetujui hanya satu. Kalau yang paling banyak seperti hockey, bola tangan, sepakbola, taekwondo, kempo, sepak takraw. Gulat aja yang gak ada," jelasnya.

"Wasit itu kan ada gradenya, bisa jadi gradenya gak masuk di level nasionalnya itu, jadi ya gak dipanggil," tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00