5 Orang Ditangkap Dalam Operasi Antik Mahakam di Kubar

KBRN, Sendawar: Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba), Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) berhasil melakukan penangkapan terhadap 5 orang Pengguna Narkotika Jenis Sabu, dalam Operasi Antik Mahakam yang di gelar selama dua pekan, mulai tanggal 15 hingga 29 Oktober 2020.

Hal itu disampaikan, Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo, didampingi Kasat Narkoba AKP Simon Tammu dan Ps. Kasubag Humas Iptu Andreas TP, dalam konfrensi pers di ruang Satreskoba Polres Kubar, Jumat (30/10/2020).

Dari ke-lima tersangka itu, diamankan 2,6 gram bruto Sabu. Masing-masing, dari tesangka (AW) sebanyak 6 poket kecil seberat 1,4 gram. Kemudian 1 poket kecil sabu seberat 0,6 gram dari tangan tersangka (ZFG).

Berikutnya, 1 poket kecil sabu seberat 0,2 gram dari tangan (SA). 1 poket kecil sabu seberat 0,2 gram dari tangan (CC), dan 1 poket kecil sabu seberat 0,2 gram dari tangan (MH).

“Kelima kasus ini semuanya sidik dengan berbagai barang bukti. Karena disini rata-rata pemakai, barang yang sampai disini itu dalam poket kecil, sehingga kita juga agak kesulitan menemukan barang bukti yang banyak,"kata Kapolres AKBP Irwan Yuli Setiawan

"Informasi dari pak kasat tadi, misalnya barang datang dari Kaltara, masuk lewat darat melalui Berau, itu bisa dipecah di Balikpapan atau Samarinda. Kemudian disini rata-rata hanya pemakai, sehingga barang bukti yang bisa kita amankan tidak lebih dari 5 gram,"lanjutnya

Namun demikian, mengingat masalah Narkoba ini menjadi program Nasional dan menjadi atensi dari Negara, Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo menegaskan, pihaknya tetap berupaya untuk melakukan penegakan hukum, guna menjalankan tugas untuk mengeliminir peredaran dan penyalahgunaan Barang Haram tersebut.

Untuk diketahui, kasus ke-lima tersangka yang terjaring dalam operasi Antik Mahakam tersebut, masih dalam proses penyelidikan.

Para pelaku terancaman pidana paling singkat 4 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak 10 Milyar. 

Sesuai pasal 112 dan 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00