Pelanggaran Turun hingga 55 Persen, Lakalantas Minim

KBRN, Sendawar : Jumlah pelanggaran dan kejadian Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) termasuk Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengalami tren penurunan dalam kegiatan operasi Patuh Mahakam yang dilaksanakan sejak tanggal 23 Juli hingga 5 Agustus tahun 2020 ini.

Kasat Lantas Polres Kubar Iptu Alimudin kepada RRI Sendawar, Selasa (11/8/2020) menyebutkan, jumlah pelanggaran pada pelaksanaan operasi patuh mahakam tahun ini sebanyak 487 perkara, atau turun 55 persen dari tahun 2019 lalu sebanyak 1.078 perkara.

Sedangkan kejadian lakalantas, tercatat sebanyak 11 kasus. Sehingga menempatkan Polres Kubar berada diperingkat ke-9 atau terendah dalam penanganan kasus kecelakaan di Kalimantan Timur (Kaltim), karena mampu dengan baik menekan angka pelanggaran dan lakalantas pada semester ke-2 tahun 2019/2020 ini.

“Pada pelaksaan operasi patuh mahakam ditengah Covid ini, kita mengedepankan upaya pre-emtif, preventif dan penegakkan hukum yang didalammnya ada penanganan kecelakaan lalulintas. Kita mampu menekan itu di periode semester ke-dua tahun 2019/2020 ini, dan alhamdulillah, di Kubar ini paling rendah dalam hal penanganan kasus kecelakaan dibandingkan polres-polres lain di Kaltim,”katanya

Kendati demikian, Ia menegaskan pihaknya tak lantas berpuas diri. Sebaliknya, terus berupaya mengedukasi masyarakat, dengan memberikan sosialisasi serta himbauan, terutama bagi pelajar agar tertib dan senantiasa mematuhi rambu-rambu lalulintas, demi keselamatan bersama.

“Anak sekolah inikan tidak ada antisipasi, artinya asal bisa narik gas ya sudah. Makanya kita fokus ke-mereka dan orang tuanya. Artinya, kalau sayang sama anak jangan dibelikan motor, karena kadang cara pandang orang tua dalam menyayangi anak itu beda. Ada yang sangking sayangnya, lalu anak dibelikan motor, padahal keliru. Kalau memang sayang ya di antar, itu rumusnya,”tegasnya

Keterbatasan sarana dan kesibukan orang tua, tambah Iptu Alimudin, bukanlah alasan untuk pasrah dengan keadaan dan membiarkan anak-anaknya berkendara sendiri. Terutama bagi anak dibawah umur, karena sangat beresiko terhadap keselamatan di jalan raya.

“Ya itukan hitung-hitungan, mana keluarga yang bisa atau cari orang yang dipercaya, tidak apa-apakan kita keluar biaya sedikit. Memang, kondisi disini beda dengan di kota, ada gojek dan lainnya, tapi kita harus bisa. Jangan pasrah dengan keadaan, alasan tidak ada sarana dan lain sebagainya, karena situasi itu akan menyesal dan penyesalan itu akan terjawab kalau sudah terjadi,”tambahnya

Untuk diketahui, dari 487 pelanggaran yang terjaring oleh jajaran Satlantas Polres Kubar selama operasi patuh mahakam 2020, terdata ada 139 perkara tilang dan 349 perkara teguran. Sedangkan dari 11 kejadian Lakalantas di Kubar, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 8 orang, luka berat 1 orang dan luka ringan 11 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00