64 Masjid Jadi Titik Pengamanan Salat Idul Adha di Kubar

KBRN, Sendawar: Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan menurunkan 250 personil, baik dari Mapolres maupun Polsek jajaran di Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), untuk mengamankan kegiatan hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, tahun 2020 ini.

Kabag Ops Polres Kubar Kompol Dika Yosep kepada RRI Sendawar, Kamis (30/7/2020) mengatakan, pola pengamanan yang dilakukan yakni secara terbuka dan tertutup, mulai dari segi pengamanan lalulintas hingga proses sterilisasi area tempat ibadah umat muslim (Masjid) yang menggelar salat Idul Adha nantinya.

“Kalau pengamanan terbukanya itu mengatur lalulintas, membantu pemeriksaan masyarakat yang mungkin sakit atau lain sebagainya. Terus pengamanan tertutupnya untuk antisipasi hal-hal lain itu dari Reskrim dan Intelejen. Kemudian kita juga akan melakukan sterilisasi, baik dari covid-19 maupun terorisme dan lain sebagainya. Itu kita akan cek di masing-masing tempat ibadah,”katanya

Tidak hanya itu, Dika juga menyebutkan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan TNI, Dinas Kesehatan, BPBD dan Satpol PP Kubar untuk melakukan penyemprotan disinfektan ditiap rumah ibadah, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, yang masih mewabah saat ini.

“Jadi malam harinya kita sterilisasi dulu, tidak boleh digunakan sampai pagi hari setelah steril, baru melaksanakan kegiatan,”tandasnya

Sampai sejauh ini lanjut Dika, sudah ada lebih dari 60 Masjid di Kabupaten Kutai Barat yang terdata akan melaksanakan salat idul adha, Jumat (31/7/2020) besok.

“Masjid yang sudah melaporkan ke kami itu datanya sekitar 64 masjid di Kubar dan itu akan menjadi titik fokus pengamanan kami. Nah yang kita amankan nanti masyarakat dan lokasinya. Jadi benar-benar steril, baik dari covid-19, terorisme maupun hal lain yang dapat menggangu jalannya ibadah nanti, kita amankan,”lanjutnya

Maka itu, Kompol Dika Yosep menghimbau umat muslim di Kutai Barat agar mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah, guna menghindari terjadinya penularan virus jenis baru tersebut.

Menerapkan kebiasaan baru dengan menggunakan masker saat melakukan aktifitas salat, jaga jarak minimal 1 meter, sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktifitas dan menghindari kontak fisik.

Kemudian bagi anak-anak termasuk warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit serta yang memiliki penyakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap covid-19 diharapkan tidak mengikuti salat idul adha di masjid.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00