Satreskoba Polres Kubar: Informasi Masyarakat Sangat Berharga

KBRN, Sendawar: Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terbilang sukses melaksanakan Program pengungkapan kasus penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Kabupaten Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Pasalnya, hampir setiap pekan Satreskoba Polres Kubar berhasil melakukan pengungkapan kasus penyalahgunaan barang haram itu. Walaupun kadang tidak memenuhi target yang ditetapkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, sebagai penggagas program tersebut.

“Karena kita dua Kabupaten, kita ditarget mengungkap empat kasus dalam seminggu. Yakni di Kubar dan Mahulu karena kebetulan Mahulu belum memiliki Polres, jadi penegakan hukum di sana masih dibawah naungan Polres Kutai Barat. Nah untuk program pengungkapan kasus Narkoba di dua Kabupaten ini sudah berjalan. Kadang kita bisa memenuhi target empat kasus, kadang juga tidak terpenuhi, ada yang dua, ada yang satu kasus dalam seminggu,”kata Kasat Reskoba Polres Kubar Iptu Darwis Yusuf kepada RRI Sendawar, Jumat (26/6/2020)

Tapi yang jelas, tambah Darwis, setiap minggu itu wajib hukumnya bagi Satreskoba Polres Kubar untuk mengungkap penggunaan maupun pemakaian narkoba, baik di Kabupaten Kutai Barat maupun Mahakam Ulu.

“Pengungkapan yang kita lakukan itu sudah berjalan secara signifikan, dan syukur alhamdulillah target tahun 2019 lalu sebanyak 88 kasus berhasil kita ungkap. Kemudian untuk tahun 2020, dari bulan Januari hingga Juni ini kita sudah mengngungkap 34 kasus baik di Kubar maupun Mahulu,”jelasnya

Ia menegaskan, Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat akan terus berupaya melakukan pengungkapan, karena tingkat penyalahgunaan Narkoba di dua Kabupaten tersebut, dinilai masih cukup tinggi.

“Jujur saja, walaupun ibaratnya kita ini diujung kampung, tapi ternyata peredaran Narkoba di Kutai Barat dan Mahakam Ulu ini, ya kalau saya hitung-hitung masih tinggi. Jadi, saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat di Kubar dan Mahulu agar bisa bekerjasama dengan kami, paling tidak bisa memberikan informasi. Karena tanpa bantuan masyarakat, saya menilai itu memang sulit. Tapi dengan adanya informasi dari masyarakat, itu sangat berharga buat kami untuk mengungkap para pengguna maupun pengedar Narkoba di Wilayah kita ini,”tegasnya

Iptu Darwis Yusuf menerangkan, rata-rata pelaku penyalahgunaan barang terlarang ini, kebanyakan usia dewasa dan cukup berfariasi, ada yang bertindak sebagai pengedar, hanya sebagai pemakai, bahkan ada menjadi pemakai sekaligus pengedar.

Sementara jenis Narkoba yang paling banyak diungkap sebagai barang bukti yakni jenis Sabu. Dengan pintu masuk dari jalur sungai melewati kapal dan jalur darat menggunakan jasa trevel baik ke-Kutai Barat maupun menuju wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Mahakam Ulu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00