Polres Kubar Ungkap 177 Kasus Pidana Sepanjang 2019, Narkoba Tertinggi

KBRN, Sendawar : Polres Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur mencatat sepanjang 2019 ada 177 kasus tindak pidana yang diungkap.

Masing-masing bidang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) sebanyak 56 kasus, Satlantas 33 kasus dan Satuan Resnarkoba 88 kasus.

Kapolres Kutai Barat AKBP Roy Satya Putra saat menyampaikan press release akhir tahun di Mapolres Jalan Gajah Mada Kecamatan Barong Tongkok, Kubar Selasa (31/12/2019) mengatakan pengungkapan kasus pidana bidang Satreskirim dan Narkoba meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2018. Sedangkan Satlantas mengalami penurunan.

“Untuk satreskrim, crime totalnya meningkat atau pelaporannya meningkat diiringi dengan pengungkapan perkara. Kalau dilihat perbandingan presentase tahun 2018 hanya 47 perkara. Sedangkan 2019 dari 58 laporan, 56 perkara selesai diungkap oleh Satreskrim Polres Kutai Barat. Dan sisanya masih dalam penyelidikan,” jelas Kapolres.

Presentase pengungkapan kasus kriminal oleh Satreskrim diwilayah hukum polres Kubar sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2019, mengalami peningkatan sebesar 11%. Sebagian besarnya merupakan kejahatan konvensional atau tindak pidana umum.

Sementara peristiwa kriminal yang menonjol diantaranya ileggal loging 6 kasus dan korupsi 1 kasus. Kemudian Perlindungan Perempuan dan Anak 10 kasus yang selesai diungkap dari 16 laporan.

Sedangkan bidang Satuan Lalu Lintas terjadi penurunan kasus lakalantas sebanyak 8 perkara. Dimana  tahun 2018 sebanyak 41 kasus turun jadi 33 kasus di tahun 2019.

“Artinya Polres Kutai Barat berhasil menekan angka lakalantas di wilayah hukum Kutai Barat dan Mahakam Ulu,” sambung Roy Satya Putra.

Polisi juga menjaring 17.864 pelanggar lalu lintas dengan 3.152 diberi tilang. Sedangkan 14.712 orang tidak dilakukan tilang.

Terakhir kasus Narkoba mengalami peningkatan sekitar 8,6% dengan 88 kasus tahun 2019, dan tahun lalu sebanyak 81 kasus.

“Pada 2018 dari 81 kasus selesai 81 perkara. Dibandingkan tahun 2019 ada 88 perkara artinya tahun 2019 mengalami peningkatan pengungkapan sejumlah 7 perkara, seluruhnya selesai karena tersangkanya ada barang buktinya juga ada tinggal dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya.

Polisi juga menyita barang bukti shabu-shabu 242 poket, Dobel L 12.870 butir dan Zenit Carnopen 2.958 butir.

BACA JUGA: Polisi Kejar Pemasok Narkoba dari Samarinda Usai Bekuk Dua Pengedar di Kubar

BACA JUGA: Polres Kutai Barat Ringkus 3 Pelaku Peredaran Narkoba

“Untuk tersangka yang kita amankan sekarang ini tahanan narkoba yang ada di Polres sebanyak 22 orang. Untuk pekerjaannya ada yang benar-benar pengangguran, ada yang kerja di perusahaan tambang maupun perusahaan sawit, ada juga supir rental mobil,” ungkap Kasat Resnarkoba Iptu Darwis Yusuf.

Disisi lain lanjut Darwis ada juga anak dibawah umur yang terlibat kasus barang haram tersebut.

“Untuk tahun 2019 perkara yang melibtkan anak dibawah umur ada 1 kasus. Sudah P21 dan sekarang sedang disidangkan di Pengadilan,” tandas Darwis.

Tahun 2020 Kepolisian disebut akan mengedepankan tindakan prefentif atau pencegahan agar seluruh tindak kriminal semakin menurun.

Diketahui saat menyampaikan kinerja akhir tahun polisi juga membawa serta alat bukti hasil kejahatan dan tersangka yang tengah ditahan. Barang bukti diantaranya seperti narkoba, sepeda motor, hand phon, tabung oksigen hingga pakaian bekas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00