Kasus Investasi Bodong 212 Mart Samarinda Naik ke Tahap Penyidikan

KBRN,Samarinda - Polresta Samarinda terus memproses kasus investasi bodong 212 mart di Samarinda, Kaltim yang menimpa 600 investor. Kini kasus tersebut dinaikkan ke tahap penyelidikan.

Kasatreskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena mengatakan, kendati kasus ini sudah naik ke tahap penyelidikan, pihaknya enggan buru-buru menetapkan tersangka.

Disisi lain, Sena mengaku tidak ingin menyampaikan hal-hal yang sifatnya masih sebatas spekulasi terkait dugaan penetapan tersangka. Kepolisian, sebutnya, saat ini sedang memperkuat dibagian alat bukti dahulu.

"Alat bukti dulu, untuk pro justicia-nya nanti," singkatnya.

Seperti diketahui, kasus ini menyeruak ketika puluhan warga melaporkan dugaan investasi bodong 212 Mart ke Polresta Samarinda. Ratusan warga itu merasa ditipu, setelah ikut berinvestasi untuk mendirikan pusat perbelanjaan 212 Mart di Samarinda. Nilai investasi tiap warga ini beragam, mulai dari Rp 500 ribu sampai dengan Rp 20 juta. Hingga mencapai 2 Miliyar lebih.

Masalah ini muncul sejak Oktober 2020 lalu. Kecurigaan berawal dari gaji karyawan yang belum dibayarkan, hingga operasional 212 Mart ditutup tanpa pengembalian investasi yang dibayarkan. Selain itu, pengurus koperasi pun menghilang dan sulit dihubungi, hingga warga yang menjadi korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

Laporan warga ini tercatat sudah dilakukan pada Jumat (30/4) lalu di Polresta Samarinda. Diketahui, 212 Mart memiliki tiga cabang di Kota Tepian. Yakni berada di Jalan AW Sjahranie, Jalan Gerilya, dan kawasan Bengkuring. Dengan nilai investasi menyeluruh hingga Rp 2 miliar lebih, dan terdiri dari 600 investor.

Selain itu, Kuasa Hukum para pelapor dari LKBH Lentera Borneo, I Kadek Indra Kusuma Wardana, juga membenarkan perihal kabar kasus penipuan investasi bodong Koperasi Syariah 212 Samarinda, yang kini telah naik ke tahap penyidikan.

Kadek sapaan karibnya, mengatakan, bahwa pihaknya telah mendampingi tujuh korban, yang juga merupakan saksi pelapor untuk dimintai keterangan. Serta menyerahkan beberapa alat bukti yang diperlukan oleh kepolisian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00