401 Polisi Dikerahkan Amankan Gereja di Kota  Samarinda

KBRN,Samarinda - Rangkaian Pekan Suci Jelang Paskah, 401 Polisi Dikerahkan Amankan Gereja di Kota  Samarinda

Polresta Samarinda memperketat pengamanan gereja di Samarinda, Kalimantan Timur, pasca-bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi.

Kasubbag Humas Polresta Samarinda, AKP Annisa Prastiwi mengatakan sebanyak 401 personel dikerahkan untuk pengamanan 108 gereja di Samarinda jelang Perayaan Paskah.

 “Pengamanan diperketat baik darat maupun di perairan Sungai Mahakam,” ungkap Annisa.

 Saat ini, umat Katolik di Samarinda memasuki pekan suci, jelang Hari Raya Paskah 2021, yang diperingati pada, Minggu (4/4/2021).

Dalam sepekan ke depan umat Katolik secara maraton menggelar ibadah di gereja.

imulai, Kamis (1/4/2021), digelar perayaan Kamis Putih. Jumat (2/4/2021) dilanjutkan perayaan hari wafat Yesus Kristus di kayu salib atau biasa disebut perayaan Jumat Agung.

Annisa memastikan, semua perayaan di gereja selama Paskah akan mendapat pengaman ketat. Personel yang bertugas di lapangan dilengkapi senjata laras panjang.

 Ruangan serta lingkungan gereja untuk perayaan juga disterilisasi sebelum digunakan.

Bahkan, pemeriksaan dan penjagaan diketatkan sejak umat masuk ruang gereja. “Biar orang-orang yang tidak berkepentingan, kita cegah sebagai langkah antisipasi,” jelas dia.

Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan, Samarinda, yang pernah di bom jaringan teroris 2016 silam, juga tak luput dari pengawasan ketat.

Kejadian memilukan itu menewaskan seorang bocah dan tiga lainnya terluka. Pelaku bom menurut Polri, berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah Samarinda, yang berbaiat pada ISIS.

Polisi bersenjata lengkap akan menjaga umat saat melangsungkan ibadah dalam gereja tersebut. Selain gereja, para pendatang atau warga baru masuk Samarinda juga dipantau.

Para Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) diminta aktif patroli di lapangan, melapor jika ada warga pendatang baru dari tiap-tiap RT di setiap kelurahan.

Annisa menerangkan, pihaknya juga menggalang komunikasi dengan para eks napi teroris serta memantau kegiatan mereka, termasuk kelompok radikal yang terindentifikasi di Samarinda.(ridzky)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00