Bandar Sabu di Mahulu Divonis 14 Tahun

KBRN, Sendawar : Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kutai Barat menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada Muhammad Joni alias Joni, setelah menjadi bandar sabu, Senin (28/9/2020).

"Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 tahun penjara,” ucap Hakim Ketua, Jemmy Tanjung Utama.

Mendengar putusan itu, Joni yang merupakan seorang oknum TKK di Kantor Petinggi Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terlihat tersentak dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut. 

Majelis hakim sependapat dengan surat pengadilan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan sebelumnya.

Terdakwa ditangkap medio April 2020 lalu bersama barang bukti sebanyak 23 paket sabu dengan berat bersih 60.1 gram. Sebuah rekor pengungkapan perkara narkotika di wilayah Kubar-Mahulu.

Terdakwa terjerumus sindikat narkotika karena terpikat keuntungan besar dari jual beli barang haram tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kubar Bernard Simanjuntak, yang turun langsung dalam persidangan sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), mengapresiasi putusan vonis terhadap terdakwa.

“Narkotika adalah musuh kita semua. Semoga putusan ini menjadi peringatan bagi sindikat pengedar narkotika,” tuturnya.

Bahkan pihaknya siap menghadapi upaya terdakwa yang menyatakan banding usai putusan sidang tersebut. 

“Penuntut Umum tak ragu menghadapi upaya hukum Terdakwa. Kami akan mempersiapkan kontra memori banding secepatnya,” pungkas Bernard.

Untuk diketahui, beberapa hal yang memberatkan dalam catatan persidangan perkara ini adalah terdakwa tergolong pengedar berdasarkan jumlah barang bukti yang sangat fantastis.

Hal lain perbuatan terdakwa sangat berbahaya masa depan menciptakan penerus bangsa dan bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00