Penipuan Berkedok Aplikasi Ojol Marak di Kaltim, Kerugian Capai Rp 50 Juta

KBRN, Samarinda : Beberapa waktu terakhir para pengguna aplikasi ojek online di Provinsi Kalimantan Timur heboh dengan adanya kasus kriminalitas yang membuat korbannya menelan kerugian hingga jutaan rupiah. 

“Terbaru, korban penipuan di Samarinda melaporkan telah mentransfer 3 juta rupiah melalui akun aplikasi”, kata Ketua DPD Gabungan Aksi Roda Dua GARDA Kaltim Fadel Balher kepada RRI Senin (3/2/2020).

Kasus penipuan ini memanfaatkan aplikasi pembayaran non tunai dengan modus driver ojol meminta pengguna jasa mentransfer sejumlah uang melalui aplikasi tersebut. Korban yang sama sekali tidak menaruh curiga menyetor sejumlah uang tanpa sadar mereka telah tertipu. Fadel mengakui dari hasil penelusuran pihaknya ada oknum tidak bertanggungjawab yang berhasil meretas akun ojol. Sebagai organisasi yang mewadahi perkumpulan ojek online seluruh aplikasi di Kaltim Fadel mengaku khawatir masyarakat bisa jadi menganggap driver ojek online sebagai pelaku penipuan.

“Kejahatan siber ini sulit dilacak alurnya. Dan semakin hari semakin sering kejadian. Kami tidak ingin para driver ojek online jadi jelek namanya. Padahal mereka juga korban akun mereka di hack. Total kerugian akibat tindak kriminal ini mencapai hampir 50 juta rupiah dicatatan Kami”, ungkapnya.

Saat ini di Kalimantan Timur terdapat setidaknya 10 ribu driver ojek online dari berbagai aplikasi. Untuk menghindari pemikiran negatif dari masyarakat Fadel Balher meminta masyarakat lebih waspada dengan tidak cepat percaya bila ada permintaan transfer dari driver ojek online dan bila menjadi korban dari penipuan berkedok serupa segera dapat melaporkannya kepihak berwajib. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00