Kejati Kaltim Bentuk Tim Pengamanan Usaha Tambang

KBRN, Samarinda : Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur akan membentuk Tim Pengamanan Usaha Pertambangan dan Pengelolaan Hutan untuk mengawasi kegiatan atau aktivitas pertambangan khususnya batu bara di Bumi Etam.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Chaerul Amin kepada sejumlah awak media seusai menghadiri sebuah acara yang berlangsung di Hotel Harris Samarinda, Jum’at (20/12/2019).

Ia mengatakan, pembentukan tim ini bertujuan untuk menjamin perusahaan melakukan reklamasi pasca dilakukannya penggalian, terutama batu bara. Sebab di Kaltim banyak lubang tambang yang dibiarkan terbuka, bahkan banyak sudah nyawa yang hilang akibat dari lubang bekas galian emas hitam tersebut.

“Saya juga akan membentuk tim ya di kantor saya kejaksaan, tim pengamanan usaha pertambangan dan pengolahan hutan, jad bukan hanya pertambangan tapi hutan juga dan juga menyangkut masalah reklamasi pasca tambang ini saya sudah punya datanya”kata Chaerul.

Sementara berdasarkan data dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menunjukkan, di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terdapat 842 lubang. Kemudian, disusul Samarinda sebanyak 349 lubang dan Kabupaten Kutai Timur 223 lubang. Lubang itu merupakan lubang bekas tambang maupun tambang yang saat ini masih berproduksi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00