Kasus Penculikan Di Samarinda Marak, DPRD Kaltim Menduga Ada Sindikat Perdagangan Anak

KBRN, Samarinda : Kasus penculikan anak kian marak di Samarinda, DPRD Kaltim bahkan menduga ada perdagangan anak yang terjadi.

Ketua Komisi 4 DPRD Kaltim DR Rusman Yakub mengatakan kalau dilihat di tengah masyarakat banyak faktor yang menyebabkan ini terjadi namun Ia melihat sejauh ini ada dua hal yakni  adanya perdagangan anak dan dampak kemajuan tekhnologi bahkan Ia tak menapik masalah ekonomi juga bisa mengakibatkan seseorang mampu nberbuat nekat hingga menghabisi nyawa seseorang.

“ menurut saya memang ada dua faktor yang mendari pertama adanya perdagangan orang dan kemajuan tekhnologi malah karena masalah tekanan sosial bisa mengakibatkan hal ini kian marak di Samarinda,” Tegas Rusman di Samarinda.Jumat (20/12/2019).

Ia berharap kewaspadaan para orang tua dan pihak sekolah untuk dapat lebih berhati-hati dengan orang baru yang gerak geriknya mencurigakan.

“ kepada semua ya tentu kita minta lebih waspada hati-hati dan jangan lengah,” Himbau Ketua DPW Partai P3 Kaltim ini.

Rusman menyebut, Kasus penculikan anak di Samarinda Seberang, Kalimantan Timur kembali terjadi, Rabu 11 Desember lalu  dimana Dua bocah Rapak Dalam berinisial RK, 11, dan sepupunya RY, 9, menjadi korban penculikan di Jalan Pattimura, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, pukul 13.00 Wita harus dapat menjadi pelajaran untuk aparat penegak hukum untuk lebih meningkatkan pengawasan.

Rusman juga minta perhatian tidak hanya aparat penegak hukum namun semua pihak baik  Pemerintah baik OPD , Orang Tua,  sekolah hingga pihak terkait lainnya untuk dapat bersama-sama bertindak agar tindak kejahatan penculikan anak tidak kembali berulang di Kalimantan Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00