Terdakwa Kasus Mobil Bodong Jalani Sidang Perdana di PN Kubar

KBRN, Sendawar : Perkara tindak pidana pemalsuan surat kendaraan dengan terdakwa tunggal Sandy Stepanus mulai jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kutai Barat Kamis (15/4/2021).

“Sidang Perkara Nomor 60/Pid.B/2021/PN Sdw dalam perkara atas nama terdakwa Sandy Stepanus Bin Bernadus Hamid Alm dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum,” ucap Jemmy Tanjung Utama selaku Hakim Ketua yang memimpin sidang di Kantor PN Kubar Jalan Sendawar Raya Kecamatan Barong Tongkok Kota Sendawar.

Adapun terdakwa SS mengikuti sidang melalui video virtual zoom meeting langsung dari rutan Polres Kubar. Sedangkan penasihat hukum dan penuntut umum hadir langsung di ruang sidang.

Agenda sidang perdana ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kubar. Namun sebelum pembacaan hakim menanyakan sejumlah hal ke terdakwa SS dan penasihat hukumnya Bambang Edy Dharma.

Mulai dari identitas, alamat hingga pekerjaan. Hakim ketua juga mengorek soal proses penangkapan dan penahanan yang dilakukan pihak kepolisian.

“Saudara ditahan sejak tanggal 28 Januari sampai dengan saat ini betul ? tanya hakim. Betul yang mulia,” jawab Stepanus.

Meski begitu menurut terdakwa Stepanus, ia tidak ditangkap melainkan langsung diperiksa.

“Saudara ditangkap tanggal 27 Januari jam berapa ?

“Itu saya di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan) sampai jam 3 malam langsung ditahan sama dia (polisi),” jawab terdakwa.

Baca Juga: Baru Dua Hari Bebas, Stepanus Kembali Masuk Sel Polres Kubar, Kok Bisa?

Hakim kemudian mempersilakan penuntut umum membacakan surat dakwaan. Tim JPU yang hadir dalam sidang perdana ini diwakili oleh Mahesa Priyatama, SH. Dia membacakan dakwaan sekitar 10 menit dan mengurai seputar tindak pidana pemalsuan yang didakwakan kepada Sandy Stepanus.

Usai pembacaan dakwaan hakim kembali menanyakan PH dan terdakwa apakah keberatan dengan dakwaan. Namun Stepanus dan PH-nya tidak keberatan atau mengajukan eksepsi dan memilih melanjutkan sidang ke tahap pokok perkara.

“Apakah sudah siap dengan alat bukti yang diajukan ? tanya hakim ketua Jemmy Tanjung Utama ke Penuntut Umum.

“Yang mulia kami minta waktu satu minggu untuk menyiapkan alat bukti dan saksi,” jawab Mahesa ke hakim.

“Untuk memberikan kesempatan penuntut umum mengajukan alat bukti maka sidang ditunda dan dilanjutkan kembali pada hari kamis tanggal 22 April 2021,” lanjut Hakim.

Namun karena bulan puasa dan panitera pengganti akan merayakan lebaran maka hakim menawarkan sidang kedua dan seterusnya dilakukan maraton setiap hari.

“Mulai tanggal 26 kita kebut tiap hari kita sidang. Untuk percepatan dalam penyelesaian perkara. Dengan demikian sidang dinyatakan selesai dan ditutup,” ucap hakim ketua sambal mengetuk palu di meja sidang.

Baca Juga: Kronologi Terungkapnya Kasus Mobil Bodong

Bambang Edy Dharma selaku Penasihat Hukum Stepanus mengatakan tidak mau ajukan eksepsi di awal dan memilih ikut proses sidang pokok perkara. Pihaknya ingin membongkar aktor intelektual di balik kasus yang menjerat kliennya. Sebab Bambang masih yakin Stepanus adalah korban kriminalisasi.

“Harapan kami semua saksi yang ada di BAP dapat terpanggil. Agar semuanya jelas nanti terbuka dari keterangan saksi dan akan muncul fakta-fakta persidangan. Nah dalam fakta persidangan kita akan buka semua, bagamaina prosesnya. Apakah ini benar-benar sindikat atau klien saya hanya korban kriminalisasi saja,” ujar Bambang usai sidang.

Diketahui pengungkapan kasus pemalsuan dokumen kendaraan itu dirilis Polres Kubar pada 29 Januari lalu. Kapolres Kubar AKBP Irwan Yuli Prasetyo kala itu menyebut  sindikat pembuatan dokumen palsu itu ada dua orang. Yakni SS (41 Tahun) warga kampung Muyub Ilir kecamatan Tering Kutai Barat dan pria asal Sulawesi berinisial I sebagai pembuat STNK palsu.

Hanya saja hingga saat ini pelaku I belum berhasil ditangkap. Polisi menduga ada 30 buah mobil bodong yang diperjual belikan kedua pelaku.

“Dari 30 unit baru 7 unit yang kita amankan,” kata Kapolres dalam konfernsi pers.

Belakangan hanya satu unit mobil yang dijadikan barang bukti oleh polisi.

“Ya tersangkanya sama tetapi dia melakukan perbuatan itu berbeda-beda. Tempat dan waktu yang berbeda dengan korban yang berbeda juga. Otomatis saksi yang harus kita periksa kan berbeda juga. Saat ini yang kebetulan sudah jelas dan terpenuhi syarat formil materilnya, lengkap saksinya adalah perkara yang ini. Satu yang kita limpahkan ke kejaksaan itu”, sebut Kasat Reskrim Polres Kubar AKP. Iswanto 9 Maret 2021 di Sendawar.

Adapun unit kendaraan yang dilimpahkan jadi barang bukti yakni satu buah mini bus merek Calya dengan nomor polisi DD 1848 VT.

Sementara Sandy Stepanus yang kini duduk di kursi pesakitan dijerat dengan pasal 263 ayat 1 junto pasal 55 ayat satu KUHP dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00