ProKlim+ di Berau Sukses Hentikan Deforestasi Hutan

Kampung Long Lanuk Berau.jpg

KBRN, Samarinda : Sejak penunjukkannya sebagai salah satu provinsi percontohan pertama dalam program penurunan emisi berbasis pembayaran kinerja Carbon Fund oleh Bank Dunia pada tahun 2015  Kalimantan Timur terus menunjukkan hasil optimal.

Hasil pengamatan terbaru Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dari total 98 kampung dan desa yang menjalankan Program Kampung Iklim (ProKlim) Plus melalui skema Forest Carbon Partnership Facilities (FCPF) hampir sebagian besarnya mampu menurunkan emisi karbon.

Senior Manager YKAN Niel Makinuddin menyontohkan dari 38 kampung pelaksana ProKlim Plus di Kabupaten Berau, 20 kampung diantaranya berhasil mengendalikan deforestasi atau aktivitas penebangan hutan menjadi nihil kasus yang berarti tidak lagi ada pembabatan hutan secara masif.

"Zero deforestasi artinya tidak ada kerusakan hutan yang terjadi," ungkapnya kepada RRI Senin (04/07/2022).

Niel Makinuddin yang merupakan Dewan Pakar IKA Fahutan Universitas Mulawarman pun membagikan tips sukses ProKlim Plus yang nyatanya berbeda dengan ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang selama ini hampir bersamaan pelaksanaannya di Kalimantan Timur.

Menurut Niel, komitmen masyarakat menjadi faktor utama yang membuat ProKlim Plus secara konsisten terus menunjukkan perkembangan positif.

Pemerintah Indonesia sendiri berambisi hingga tahun 2024 Provinsi Kalimantan TImur dapat menurunkan emisi hingga 60 juta karbon dioksida. Untuk itu agar ProKlim menjadi lebih optimal menyentuh seluruh Desa di Kaltim.

Niel menyarankan adanya kolaborasi program sehingga aksi bersama mengurangi resiko perubahan iklim global dapat terwujud seiring dengan cita-cita Pemerintah Pusat menjadikan IKN sebagai Kota Hutan ramah lingkungan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar