DPRD Kaltim Akan Buat Raperda Tentang Penanganan Narkoba

KBRN, Samarinda : Rapat Paripurna DRPD Kalimantan Timur dengan masa sidang ke-4 tahun 2022 berlangsung, Senin (17/1/2022) dengan agenda salah satunya tentang Penyampaian Nota Penjelasan Raperda Inisiatif DPRD Kaltim tentang Fasilitasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kaltim Jawad Sirajuddin mengatakan pemerintah daerah perlu meningkatkan kinerjanya dalam melakukan penangangan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kaltim.

Karena menurutnya, saat ini Kaltim sudah kembali memasuki posisi di 5 besar sebagai daerah yang tertinngi dalam prevalensi penyalahgunaan narkoba.

“Pemerintah Daerah perlu meningkatkan perannya secara serius, karena dampak yang ditimbulkan akan jauh lebih besar lagi, fakta bahwa sebagian besar penyalahgunaan narkotika merupakan remaja berpendidikan tinggi yang merupakan moral bangsa yang tidak ternilai, sehingga besaran kerugian biaya yang sesungguhnya sangat besar dan prekursor narkotika yang sangat signifikan, kemudian perlu di garis bawahi upaya pencegahan penanggulangan narkotika sebagai upaya yang sangat mendesak,”kata Jawad.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin mengatakan saat ini angka kasus penyalahgunaan narkotika tertinggi berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Salehuddin menyebut, tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Kukar terkait dengan kondisi perekonomian masyarakat, seiring banyaknya perusahaan yang ada di wilayah tersebut.

“Kalau ini tidak betul-betul kita perhatikan dengan baik apalagi hanya sebatas proses penyusunan Perdanya tidak tajam, saya pikir ini hanya akan sia-sia. Kenapa kami sampaikan ini karena kebetulan kami Kutai Kartanegara menjadi salah satu kabupaten narkoba terbesar di Kalimantan Timur termasuk beban Pak Wakil Ketua Pak Seno dan Pak Samsun kenapa ini kita sampaikan kami mohon sekali lagi untuk dapat mempercepat proses penyusunan Perda ini,”kata Salehudin.

Selain itu, Salehuddin juga sangat mendukung Program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) yang dicanangkan oleh BNN. Dirinya berharap, melalui program tersebut, ke depannya angka kasus penyalahgunaan narkotika di Kaltim dapat menurun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar