Jelang Nataru, Aktifitas di Samarinda Tetap Dibatasi

KBRN, Samarinda : Wali Kota Samarinda, Andi Harun memastikan mendekati peringatan tahun baru tetap ada pembatasan, meski secara nasional kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama libur Nataru dibatalkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Andi mengaku segera memanggil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya untuk membicarakan soal pembatalan PPKM Level 3 oleh pemerintah pusat, dan upaya ke depan untuk tetap menjaga situasi agar tak terjadi lonjakan kasus di satu sisi, namun perekonomian masyarakat Samarinda tetap tumbuh secara normal. Termasuk dengan TNI dan Polri yang selama ini selalu bersinergi dengan pemerintah.

"Kita tidak usah banyak berspekulasi. Intinya Pemkot Samarinda akan selalu menjamin pelaksanaan Natal dan Tahun baru secara khidmat dan penuh sukacita bagi para penganutnya. Tapi di saat yang sama, untuk kepentingan kesehatan bersama dan menjaga kesinambungan ekonomi, maka untuk beberapa hal harus kita batasi dan naikkan statusnya. Misalkan pelaksanaan Natal di tempat ibadah harus benar-benar memenuhi standar protokol kesehatan. Kemudian perayaan Tahun Baru di area publik juga sedang kita pertimbangkan untuk ditiadakan," ungkap Andi.

Orang nomor satu di Kota Samarinda ini menyarankan agar sebisa mungkin acara berkumpul dalam jumlah yang banyak ditiadakan, karena bisa berpotensi menjadi media penyebaran virus. Menurutnya, jauh lebih baik kita menjaga demi menghindari risiko. Untuk itu, pengawasan berupa operasi yustisi untuk penegakan protokol kesehatan juga akan terus dilakukan. 

Tidak hanya itu, pengurangan mobilisasi massa perlu dilakukan termasuk untuk para aparatur pemerintah di lingkungan Pemkot Samarinda.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar