Kasus Covid-19 di Kubar Melandai, Kadis Kesehatan: Jangan Euforia Berlebih Tetap Wajib Prokes

KBRN, Sendawar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat dr.Ritawati Sinaga menyebut kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kutai Barat mulai melandai.

Selama dua pekan terakhir kasus baru hanya bertambah 250 kasus positif. Tercatat sejak 1 September kasus terkonfirmasi sebanyak 10.054 orang. Data terakhir per 15 September terjadi peningkatan hingga 10.304.

Jumlah itu jauh berkurang jika dibandingkan dengan periode yang sama bulan juli hingga agustus yang tercatat mencapai 1000 lebih kasus baru per bulan.

Meski begitu dr Rita mewanti-wanti masyarakat untuk tidak euphoria berlebih. Hal itu disampaikan kadis Kesehatan usai menerima bantuan tabung oksigen dari perusahaan tambang batu bara PT Gunung Bara Utama (GBU) di kantor Dinkes Kubar, Kamis (16/9/2021).

“Kita juga dari dinas kesehatan menambah (tabung oksigen) untuk tahun ini, karena sudah kita membaca situasinya. Tetapi Puji Tuhan statusnya mulai melandai tapi kita belum bisa euforia juga,” ungkap Rita.

Sebaliknya ia meminta masyarakat tetap waspada dengan menerapkan protokol Kesehatan secara ketat.

“Tetap waspadalah supaya bisa semakin baik kedepannya dan kita bisa berperilaku new normal nanti dengan displin prokes yang ketat.

“Pesan kami dari dinas Kesehatan, ayo masyarakat kabupaten Kutai Barat jangan dulu euphoria. Kita tetap melakukan protokol kesehatan secara disiplin yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak supaya kita bisa cepat bangkit dari keadaan kita selama ini,” sambung Rita.

Adapun ketersediaan sarana prasarana medis seperti alat pelindung diri (APD) serta tabung oksigen mulai teratasi menyusul berkurangnya kasus baru.

Dinas kesehatan bersama tim satgas covid-19 kabupaten Kutai Barat tetap berupaya maksimal membantu penanganan pandemic covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun terakhir.

Kadis Kesehatan juga tak menampik sejumlah faskes sempat kewalahan mengatasi kekurangan oksigen akibat melonjaknya pasien pada Juli-Agustus lalu. Baik di RSUD Harapan Insan Sendawar maupun puskesmas.

“Udah teratasi karena kita mengadakan juga, kita support juga terutama di rumah sakit. Karena di rumah sakit yang paling banyak kebutuhan oksigennya. Di situ kan harus dosis tinggi banyak oksigennya. Bisa semalam aja habis berapa puluh tabung karena dia (pasien)  sedang berat. Kalau kasus ringan masih sekitar 5-10 liter per menit di rumah sakit,” jelas Rita.

Adapun tabung oksigen bantuan dari PT GBU akan didistribusikan ke puskesmas terjauh. Seperti Bentian Besar hingga Muara Pahu.

“Terutama Puskesmas yang jauh-jauh harus kita sambungin mereka lebih banyak lagi. Karena terkendala di waktu, jarak dan geografis kita daerah sulit terutama di Bentian, Muara Pahu.

Kan tidak bisa cepat begitu kosong baru kita belikan nggak bisa,  jadi harus kita kumpul dulu di dinas kesehatan baru kita distribusikan ke masing-masing puskesmas,” katanya.

PT GBU sendiri membantu tabung oksigen sebanyak 10 tabung dengan kapasitas 6 m³. Bantuan itu cukup berharga bagi pemerintah yang selama ini mengalami kesulitan oksigen.

“Kalau secara garis besar kita masih kurang. Karena adanya pandemi ini kan kita tidak memprediksi tidak tahu apakah masih melonjak nanti ada gelombang ketiga atau gimana, jadi kita wajib bersiap-siap senantiasa untuk pemenuhan oksigen ini,” sebut Rita.

Terakhir dr Rita mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga imunitas atau daya tahan tubuh. Dan yang terpenting ikut menyukseskan program vaksinasi yang kini tengah gencar dilaksanakan.

“Yang belum vaksin mari memvaksinkan diri, daftarkan diri anda di Puskesmas terdekat supaya bisa mencapai heard immunity kita untuk kedepannya,” pungkas Ritawati Sinaga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00