Badan Geospasial Sowan ke Gedung Arsip Kaltim, Lengkapi Data Pemetaan IKN

BIG Kunjungan Gedung Arsip Kaltim.jpg

KBRN, Samarinda : Lembaga Pemerintah non Kementerian Badan Informasi Geospasial (BIG) awal Juli ini melakukan lawatan resmi ke Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Koordinator Rombongan, Ali beserta sejumlah staf memulai agenda dengan mendatangi Gedung Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) yang berada di Jalan Bung Tomo, Kecamatan Samarinda Seberang.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Bidang Pembinaan, Kearsipan dan Tenaga Kearsipan DPKD Kaltim Dyayadi.

Kepada BIG, Ia memaparkan beberapa program diunit kerjanya termasuk upaya pembenahan dan penataan terkait arsip – arsip maupun dokumen milik Pemprov Kaltim.

Dalam pertemuan tersebut Dyayadi mewakili Kepala Dinas PDK mengungkapkan kondisi unit kerjanya yang memerlukan penanganan dan perhatian lebih banyak agar dokumen negara diantaranya peta dapat terjaga kondisinya.

Merespon hal tersebut, Ali menyatakan sebagai dokumen resmi yang menandai batas wilayah sekaligus menjadi petunjuk tentang arah dan titik letak obyek-obyek vital maka penyimpanan peta harus mendapatkan perlakuan khusus agar tidak mudah rusak.

“Masalah peta tidak bisa dianggap sepele, karena peta kerap menimbulkan konflik antardaerah selain itu penyimpanan peta harus benar-benar baik dan terjamin keamanannya serta mudah didapat jika diperlukan,” sebut Ali.

Kedatangan BIG ke Kantor DKPD pun diakui Ali bertujuan mendapatkan peta wilayah Kalimantan Timur yang memberikan gambaran lengkap dan rinci dari sumber resmi milik Pemda  mempersiapkan peta wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sesuai amanat Presiden turut terlibat menangani pemetaan wilayah IKN di Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Samboja.

"Melalui informasi yang kami dapatkan dari DPKD Kaltim Hari ini harapannya bisa menyempurnakan penyusunan peta wilayah IKN yang memang sebelum penetapan adalah bagian dari Kaltim," sebutnya.

Penyusunan peta secara terperinci serta dengan menggunakan data akurat menurut Ali akan menghasilkan sebuah peta yang kredibel. 

"Peta yang memiliki kredibilitas tinggi akan selalu jadi rujukan utama dalam menyusun proyek pembangunan apapun itu bentuknya," tambahnya.

Diakhir perbincangan, Dyayadi menitipkan pesan kepada BIG agar dalam proses penyusunan peta kawasan IKN dapat pula menggandeng Dinas PDK Kaltim sebab berkaitan erat dengan kewenangannya mengelola arsip dan dokumen Pemprov Kaltim. 

“Jika diperkenankan, SDM kami dibidang kearsipan di sini siap dilatih bagaimana mengolah peta, bagaimana cara penyimpanannya sehingga kelak menjadi dokumen penting dari sejarah terbentuknya IKN," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar