Kapal Dayak Lestari yang Tabrak Ponton Batu Bara di Kubar Bawa 150 Penumpang, Ada Bayi dan Bumil

Ruang mesin kapal Dayak Lestari dipenuhi air usai bersenggolan dengan tongkang batu bara di desa Bakung kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat, Minggu (3/7/2022), sekitar pukul 04.30 WITA. Foto: RRI Sendawar/Andreas Trisno.

KBRN, Sendawar : Insiden Kapal Dayak Lestari A, yang mengalami kecelakaan di sungai Mahakam, Desa Bakung kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat Minggu dini hari (3/7/2022), sempat menimbulkan kepanikan.

Sebab kapal dari Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu menuju Samarinda Kalimantan Timur ini membawa penumpang sekitar 150 orang.

Termasuk satu bayi usia 4 bulan dan sejumlah anak balita. Ada juga ibu hamil dan orang sakit.

"Tadi sempat panik karena langsung gelap dalam kapal. Disitu ada ibu-ibu bawa bayi. Di lantai bawah ada juga orang sakit. Tapi syukurlah tidak ada korban jiwa," ujar salah satu penumpang kepada dua juranils RRI Sendawar, yang sama-sama jadi penumpang kapal naas tersebut.

Sementara itu Selamat, penumpang lain dari Long Bagun hanya bisa pasrah. Lantaran tidak bisa bangun karena sakit parah.

Pria asal Kediri Jawa Timur itu baru datang seminggu yang lalu ke Mahakam Ulu untuk kerja proyek Bandara Long Apung.

Numun belum sampai lokasi kerja, Slamet mengalami kecelakaan hingga kaki patah.

Tiga hari dirawat di Long Bagun Mahulu hingga akhirnya rujuk ke Samarinda dan menumpang KM Dayak Lestari.

Sialnya Slamet mengalami kecelakaan kedua kali usai kapal menabrak ponton batu bara di sungai Mahakam dalam perjalanan menuju Samarinda.

"Dia tadi sudah pasrah aja ditempat tidur. Karena bangun saja tidak bisa. Akhirnya kita ramai-ramai angkat keluar dari kapal. Begitu juga pas mau naik kapal pengganti, kita angkat lagi ramai-ramai," ungkap rekannya yang juga bernama Slamet.

Slamet dan semua penumpang panik karena usai tabrakan, lampu dalam kapal langsung mati. Kemudian sekitar 5 menit mesin kapal juga mati karena kemasukan air.

Baca Juga:

Tabrak Ponton Batu Bara, Kapal Long Bagun-Samarinda Karam di Penyinggahan

Sebagai besar penumpang masih tertidur karena saat kejadian tabrakan sekitar pukul 04.30 Wita.

Mereka kaget setelah mendengar suara tabrakan dan teriakan seorang ibu yang kebetulan tengah terbangun dan seorang pria yang bersiap solad subuh.

Penumpang yang panik langsung berhamburan mencari pelampung dan turun dari kapal. Karena kapal oleng dan miring ke arah kiri.

Seorang lelaki muda bahkan sempat terlempar keluar hingga jatuh ke sungai.

"Tolong om, tolong, tolong" kata pria itu dari tengah sungai.

Penumpang lain tak bisa berbuat banyak karena masih gelap. Pria itu tetap berenang mendekati kapal. Sejumlah penumpang membuang pelampung ke arah lelaki yang terengah-engah sambil berenang tersebut.

Pria 20-an itu akhirnya berhasil diselamatkan usai dibantu salah satu warga setempat yang kebetulan lewat dengan ces atau kapal ketinting.

Sementara kapten Kapal langsung sigap menepikan kapalnya ke bibir sungai di semak belukar sehingga kapal langsung tertahan dan tidak tenggelam.

"Kapal rusak tidak masalah, yang penting kita semua selamat," ucap Muheming alias Miming, nahkoda KM Dayak Lestari sembari menenangkan para penumpang.

Ratusan penumpang akhirnya dievaluasi ke daratan, berikut barang-barang bawaan. 

Kecelakaan kapal ini terjadi sekitar pukul 04.30 Wita, di perbatasan Kutai Barat dengan Kutai Kartanegara.

Saat itu KM Dayak Lestari yang dinahkodai Muheming alias Miming berpapasan dengan Taugboat Marina 1601 yang tengah menarik tongkang batu bara dari arah Samarinda tepat di desa Bakung kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat.

Nahkoda KM Dayak Lestari sempat berkomunikasi dengan kapten Taugboat melalui radio untuk menanyakan posisi aman yang bisa dilewati. Sebab jalur sungai tepat posisi menikung ke kanan.

Sedangkan kapal taxi ini berada di pinggir sungai sebelah kiri.

Kapten Taugboat memberi aba-aba ambil kanan dari arah Samarinda. Di saat KM Dayak Lestari berbelok ke kanan, malah berhadapan dengan Ponton Batu Bara.

Sehingga kapal penumpang terpaksa belok kembali ke kiri untuk menghindari tongkang batu bara.

Tetapi Ponton Batu Bara yang cukup panjang membuat kapal penumpang kesulitan melakukan manuver.

Akhirnya ujung kanan KM Dayak Lestari bersenggolan dengan tongkang.

Karena benturan yang keras membuat sebagian kapal retak hingga lambung kapal bocor.

Kapal Taugboat dan ponton bara bara terus berlalu. Nampak tongkang batu bara tidak memiliki penerangan memadai sehingga sulit dilihat.

Apalagi saat itu masih gelap dan air sungai Mahakam cukup deras.

Kapal Dayak Lestari langsung terendam air di ruang mesin karena lambung kapal bocor.

Seluruh ABK berusaha mengatasi kondisi darurat itu dengan menghidupi mesim pompa air. Usaha itu terkesan sia-sia karena air tetap masuk akibat lambung kapal bocor. Namun kapal tidak sampai tenggelam karena semua muatan diangkat keluar.

"Bapak ibu semua, kami akan bertanggung jawab atas keselamatan bapak ibu semuanya sampai di tempat tujuan. Saat ini kami sudah minta bantuan kapal dan sebentar lagi mereka akan datang ke sini supaya kita bisa melanjutkan perjalanan," kata Mimin, nahkoda KM Dayak Lestari memberi pengumuman kepada semua penumpang.

Sejumlah penumpang sempat minta dipercepat.

"Kalau bisa secepatnya pak, karena kami ini ada yang mengejar lagi kapal keluar daerah, ada yang punya urusan mendesak juga," ungkap salah seorang pria.

Namun awak kapal berjanji tidak akan menelantarkan penumpang.

"Kami pastikan secepatnya, karena saya pun bawa anak-anak," jawab nahkoda kapal.

Kapal bantuan akhirnya datang sekitar pukul 07.00 wita. 

Yakni kapal angkutan logistik milik perusahaan, KM Harkat Bersama dan satu kapal barang, KM Karya Budi.

Semua penumpang akhirnya naik kapal Karya Budi. Sedangkan barang bawaan hingga sepeda motor diangkut menggunakan kapal KM Harkat Bersama.

Sebagai rasa tanggung jawab, nahkoda dan CIP Taugboat Marina 1601 datang ke lokasi kejadian. Mereka meminta maaf dan mengakui kelalaian.

Kedua belah pihak sepakat mengurus secara kekeluargaan.

"Ini saya talangi dulu uang 20 juta sebagai jaminan biaya angkutan penumpang pakai dua kapal ini. Nanti di Samarinda baru kita selesaikan urusan. Ini kita selamatkan dulu penumpangnya," ujar pemilik kapal KM Dayak Lestari kepada nahkoda Taugboat.

Usai kejadian naas itu, anggota kepolisian dari Polsek Penyinggahan turun ke TKP. Setelah pengambilan data, kapal pengganti langsung diberangkatkan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian naas tersebut, tetapi kapal Dayak Lestari rusak sehingga ditinggalkan di lokasi kejadian.

Perjalanan akhirnya dilanjutkan sekitar pukul 07.30 wita menuju Samarinda, dengan dua kapal pengganti.

Namun puluhan penumpang memilih turun di pelabuhan kota Bangun Kutai Kartanegara, sekitar pukul 12.30 wita karena trauma naik kapal.

Mereka memilih lewat jalan darat.

Sementara puluhan penumpang lainnya tetap naik kapal Karya Budi.

Jika normal, kapal seharusnya tiba di Samarinda sekitar pukul 10.00 pagi.

"Tapi ini kita akan tiba sekitar jam 9 atau 10 malam di Samarinda," ucap Jurni Nahkoda Kapal Karya Budi yang mengangkut penumpang KM Dayak Lestari.

Benar saja, perjalanan kami baru tiba di pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda tepat pukul 23.45 wita.

Adapun Kapal Tugboat Marina 1601 dan Tongkang Asia Bagus 302, di nakhodai oleh Natan Duppa Bunga, selaku kapten serta M Dhanindra Samudera sebagai CIP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar