Tabrak Ponton Batu Bara, Kapal Long Bagun-Samarinda Karam di Penyinggahan

KM Dayak Lestari karam di desa Bakung kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat usai bertabrakan dengan Ponton Batu Bara, Minggu (3/7/2022), sekitar pukul 04.30 wita. Foto: RRI Sendawar, Andreas Trisno dan Mikael Carolus.

KBRN, Sendawar : Kapal penumpang dari Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu menuju Samarinda Kalimantan Timur, karam Minggu dini hari (3/7/2022).

Kejadian naas itu menimpa kapal angkutan umum, KM Dayak Lestari A, sekitar pukul 04.30 Wita.

Saat itu KM Dayak Lestari yang dinahkodai Muheming alias Miming berpapasan dengan Taugboat Marina 1601 yang tengah menarik tongkang batu bara dari arah Samarinda tepat di desa Bakung kecamatan Penyinggahan Kabupaten Kutai Barat.

Nahkoda KM Dayak Lestari sempat berkomunikasi dengan kapten Taugboat melalui radio untuk menanyakan posisi aman yang bisa dilewati. Sebab jalur sungai tepat posisi menikung ke kanan.

Sedangkan kapal taxi ini berada di pinggir sungai sebelah kiri.

Kapten Taugboat memberi aba-aba ambil kanan dari arah Samarinda. Di saat KM Dayak Lestari berbelok ke kanan, malah berhadapan dengan ponton batu bara.

Sehingga kapal penumpang terpaksa belok kembali ke kiri untuk menghindari tongkang batu bara.

Tetapi Ponton Batu Bara yang cukup panjang membuat kapal penumpang kesulitan melakukan manuver.

Akhirnya ujung kanan KM Dayak Lestari bersenggolan dengan tongkang.

Karena benturan yang keras membuat sebagian kapal retak hingga lambung kapal bocor.

Dua jurnalis RRI Sendawar yang juga jadi penumpang kapal Dayak Lestari menyaksikan detik-detik kapal oleng hingga nyaris karam.

Dimana hanya hitungan menit air sudah masuk ruang mesin. Beruntung sebelum mesin mati, Kapten KM Dayak Lestari berhasil menepikan kapalnya ke daratan.

Mesin langsung mati dan penerangan kapal juga ikut mati.

Sementara kapal Taugboat dan ponton bara bara terus berlalu. Nampak tongkang batu bara tidak memiliki penerangan memadai sehingga sulit dilihat.

Apalagi saat itu masih gelap dan air sungai Mahakam cukup deras.

Sebagai besar penumpang masih tertidur. Mereka kaget setelah mendengar suara tabrakan dan teriakan seorang ibu yang kebetulan tengah terbangun dan seorang pria yang bersiap solad subuh.

Penumpang yang panik langsung berhamburan mencari pelampung dan turun dari kapal. Karena kapal oleng dan miring ke arah kiri.

Seorang lelaki muda bahkan sempat terlempar keluar hingga jatuh ke sungai.

"Tolong om, tolong, tolong" kata salah satu penumpang dari tengah sungai.

Penumpang lain tak bisa berbuat banyak karena masih gelap. Pria itu tetap berenang mendekati kapal. Sejumlah penumpang membuang pelampung ke arah lelaki itu karena lelaki umur 20-an tahun itu terengah-engah sambil berenang.

Pria itu akhirnya berhasil diselamatkan usai dibantu salah satu warga setempat yang kebetulan lewat dengan ces atau perahu ketinting.

Sementara penumpang lain berjumlah sekitar 150 orang turun ke darat dan mengevakuasi semua barang bawaan.

Sekitar satu jam kemudian, semua penumpang dan barang dievakuasi karena air dalam kapal semakin banyak.

Sementara di dalam kapal seluruh ABK berusaha mengatasi kondisi darurat itu dengan menghidupi mesim poma air. Usaha itu terkesan sia-sia karena lambung kapal bocor. Namun kapal tidak sampai tenggelam karena semua muatan diangkat keluar.

"Bapak ibu semua, kami akan bertanggung jawab atas keselamatan bapak ibu semuanya sampai di tempat tujuan. Saat ini kami sudah minta bantuan kapal dan sebentar lagi mereka akan datang ke sini supaya kita bisa melanjutkan perjalanan," kata Mimin, nahkoda KM Dayak Lestari memberi pengumuman kepada semua penumpang.

Sejumlah penumpang sempat minta dipercepat.

"Kalau bisa secepatnya pak, karena kami ini ada yang mengejar lagi kapal keluar daerah, ada yang punya urusan mendesak juga," ungkap salah seorang pria.

Namun awak kapal berjanji tidak akan menelantarkan penumpang.

"Kami pastikan secepatnya, karena saya pun bawa anak-anak," jawab nahkoda kapal.

Kapal bantuan akhirnya datang sekitar pukul 07.00 wita. 

Yakni kapal angkutan logistik milik perusahaan, KM Harkat Bersama dan satu kapal barang, KM Karya Budi.

Semua penumpang akhirnya naik kapal Karya Budi. Sedangkan barang bawaan hingga sepeda motor diangkut menggunakan kapal KM Harkat Bersama.

Sebagai rasa tanggung jawab, nahkoda dan CIP Taugboat Marina 1601 datang ke lokasi kejadian. Mereka meminta maaf dan mengakui kelalaian.

Kedua belah pihak sepakat mengurus secara kekeluargaan.

"Ini saya talangi dulu uang 20 juta sebagai jaminan biaya angkutan penumpang pakai dua kapal ini. Nanti di Samarinda baru kita selesaikan urusan. Ini kita selamatkan dulu penumpangnya," ujar pemilik kapal KM Dayak Lestari kepada nahkoda Taugboat.

Usai kejadian naas itu, anggota kepolisian dari Polsek Penyinggahan turun ke TKP. Setelah pengambilan data, kapal pengganti langsung diberangkatkan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian naas tersebut, tetapi kapal Dayak Lestari rusak sehingga ditinggalkan di lokasi kejadian.

Perjalanan akhirnya dilanjutkan sekitar pukul 07.30 wita menuju Samarinda.

Jika normal, kapal seharusnya tiba di Samarinda sekitar pukul 10.00 wita.

"Tapi ini kita akan tiba sekitar jam 9 atau 10 malam di Samarinda," ucap Jurni, Nahkoda Kapal Karya Budi yang mengangkut penumpang KM Dayak Lestari.

Adapun Kapal Tugboat Marina 1601 dan Tongkang Asia Bagus 302, di nakhodai oleh Natan Duppa Bunga, selaku kapten serta M Dhanindra Samudera sebagai CIP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar