1 Desember Peringatan Hari AIDS Sedunia

KBRN, Samarinda :  Tanggal 1 Desember, diperingati hari Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) atau Hari AIDS Sedunia. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 1,5 juta orang yang terinfeksi HIV di tahun 2020. Dengan penambahan kasus tersebut, ada sekitar 37,7 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV di tahun 2020, seperti dilansir Kompas.

HIV masih menjadi salah satu epidemi terbesar di dunia saat ini. AIDS pertama kali diidentifikasi di Amerika Serikat (AS) pada 1981. Tiga tahun setelahnya, tepatnya pada 1984, para ilmuwan mengidentifikasi bahwa HIV adalah penyebab AIDS.

Para peneliti saat itu memperkirakan ada sekitar 100.000 hingga 300.000 orang di seluruh dunia hidup dengan HIV sebelum tahun 1980. Penelusuran genetik telah menunjukkan bahwa HIV telah menyebar di Amerika Serikat sejak tahun 1970-an, dan bisa lebih awal.

Diyakini bahwa HIV-1, bentuk virus yang paling umum, menyebar dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930. Kemungkinan besar disebabkan oleh perdagangan daging hewan liar. Mereka memperkirakan, pemburu yang bersentuhan dengan darah hewan saat berburu simpanse yang ada di sekitar Kamerun.

Para peneliti secara retrospektif menemukan HIV dalam sampel darah lama. Satu sampel diambil pada 1959 dari seorang pria yang tinggal di Republik Demokratik Kongo.

Ketika beberapa kasus pertama AIDS muncul, orang percaya itu hanya ditularkan oleh laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC) bahkan menerbitkan definisi kasus terkait AIDS.

Penetapan hari AIDS Hari AIDS Sedunia diinisiasi oleh seorang jurnalis James Bunn, yang belakangan beralih profesi dan bergabung dengan WHO. Mengutip Very Well Health (12/11/2020), James Bunn dan rekannya, Thomas Netter, memutuskan bahwa 1 Desember adalah tanggal yang ideal untuk merancang dan mengimplementasikan siaran seputar AIDS.

Mereka memahami adanya kesenjangan media terhadap penyakit AIDS, di antara agenda pemilihan presiden AS tahun 1988 dan Natal. Hari AIDS Sedunia yang pertama berfokus pada tema anak-anak dan remaja untuk meningkatkan kesadaran akan dampak AIDS pada keluarga, bukan hanya kelompok yang biasa distigmatisasi oleh media, seperti pria gay, biseksual, dan pengguna narkoba suntik.

Inisiasi ini dilirik oleh Program Gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HIV/AIDS (UNAIDS). Kemudian pada 1996, peringatan ini diambil alih.

Meskipun dunia kesehatan telah membuat kemajuan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, tetapi AIDS masih menjadi persoalan di sejumlah negara. Perpecahan, disparitas, dan pengabaian hak asasi manusia adalah beberapa kegagalan yang memungkinkan HIV masih menjadi krisis kesehatan global.

Belum lagi dengan situasi pandemi Covid-19 memperburuk ketidakadilan dan keterbatasan akses layanan kesehatan pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Untuk, itu WHO mengusung tema Hari AIDS Sedunia 2021 dengan “Akhiri ketimpangan. Akhiri AIDS." Dengan tema ini, ada harapan untuk menjangkau orang-orang yang tertinggal, serta menyoroti ketidaksetaraan terhadap akses ke layanan kesehatan bagi ODHA. WHO menyerukan para pemimpin negara dan warga dunia untuk bersatu menghadapi ketidaksetaraan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar