Fakta Hari Pangan Sedunia Yang Diperingati Setiap 16 Oktober

KBRN, Samarinda : Hari Pangan Sedunia (World Food Day) diperingati tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini berawal dari konferensi Food and Agriculture Organization (FAO) ke-20, pada November 1979 di Roma, Italia. FAO adalah badan pangan internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melansir FAO, sistem pertanian pangan mempekerjakan satu miliar orang di seluruh dunia, lebih banyak dari sektor ekonomi lainnya. Tetapi cara kita memproduksi, mengonsumsi, dan membuang-buang makanan memberikan pengaruh pada sumber daya alam, lingkungan, dan iklim, sehingga menimbulkan banyak korban di seluruh dunia.

Produksi makanan yang terlalu sering berimbas dalam penghancuran habitat alami dan berkontribusi pada kepunahan beberapa spesies. Inefisiensi seperti ini tentu sangat merugikan. Namun, yang paling penting, sistem pertanian pangan saat ini memperlihatkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang mendalam dalam masyarakat global.

Ini terbukti dengan fakta bahwa tiga miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat, sementara kelebihan berat badan dan obesitas bagi orang-orang yang mampu mendapatkan makanan terus meningkat di seluruh dunia.

Diperlukan perubahan rute yang mendesak akibat pandemi Covid-19. Para petani kesulitan menjual hasil panen mereka, padahal mereka juga sudah kewalahan dengan variabel iklim yang ekstrim dan terus berubah-ubah.

Sementara itu, meningkatnya kemiskinan mendorong peningkatan jumlah penduduk kota dalam penggunaan bank makanan, dan jutaan orang membutuhkan bantuan makanan darurat di daerah-daerah terpencil.

Diprediksi ke depannya, dibutuhkan sistem pertanian pangan berkelanjutan yang mampu memberi makan 10 miliar orang pada tahun 2050.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00