Krisis RTH, Pembangunan di Samarinda Tak Selaras dengan Konsep 'Kota Hijau' IKN Nusantara

Salah satu sudut jalanan di Kalimantan Timur yang masih asri dengan pepohonab rimbun.jpg

KBRN, Samarinda : Menyandang status sebagai mitra IKN Nusantara, Kota Samarinda nyatanya kurang didukung dengan keberadaam RTH atau Ruang Terbuka Hijau yang ideal.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya bahkan menyebut Kota Samarinda mengalami darurat Ruang Terbuka Hijau.

Sesuai aturan, idealnya Pemerintah memastikan areal seluas 215,22 km² merupakan kawasan RTH sebagaimana ditetapkan dalam UU Nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang bahwa proporsi RTH kota minimal 30 persen.

Menurut Angkasa Jaya mengacu pada data Pemerintah Kota, luasan Samarinda mencapai 717,4 km². Sementara RTH nya bahkan belum mencapai  1 persen. Hal ini bertentangan dengan konsep IKN Nusantara yang mengusung konsep pembangunan ramah lingkungan yang mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan.

"Terus terang saja Kita di Dewan kaget waktu tahu RTH ngga sampai 1 persen. Padahal IKN mengusung konsep Forest City kan ngga nyambung sama kawasan penyangga," kritiknya Rabu (25/05/2022).

DPRD mendorong Pemkot mengevaluasi penerapan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Samarinda Tahun 2014-2034 yang dinilainya menjadi sebab pembukaan lahan tanpa pertimbangan dampak lingkungan.

Angkasa Jaya juga meminta Pemkot Samarinda melakukan kerjasama dengan pihak ketiga guna mengurai persoalan krisis RTH seperti memaksimalkan lahan pasca tambang serta mewajibkan pengembang perumahan menyediakan RTH minimal 30 persen di komplek yang akan dibangun atau izinnya tidak akan diterbitkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar