Legislator Karang Paci, ingin Perda Nomor 3 tahun 2013 di revisi

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, (foto istimewa)

KBRN, Samarinda :  Aliran dana bantuan CSR PT Bayan Resources ke tiga universitas di Pulau Jawa yang disebut merupakan dana pribadi dari pemiliknya sejumlah Universitas dan Perguruan Tinggi. 

Yaitu, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapatkan respon kekecewaan dari publik.

Hal ini pun, ikut mendapat sorotan dari DPRD Kaltim. Membidangi Infrastruktur dan Pendidikan, komisi III serta IV.

Jajaran DPRD Kaltim belum lama ini menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan perwakilan PT Bayan Resources di Gedung D lantai 3, DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar. 

“Kami ingin mendengarkan secara langsung. Namun, dari pihak perusahaan mengatakan dana bantuan itu bersumber dari biaya pribadi pemilik perusahaan,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi Kamis, (19/5/2022).

Disampaikan Reza sapaannya, ada beberapa catatan penting yang ditegaskan ke pihak perusahaan. Salah satunya jika dana bantuan CSR yang diberikan ke perguruan tinggi luar Kaltim menggunakan kantong pribadi.

Menurut Reza, masyarakat Kaltim pun berhak menerima bantuan tersebut. Karena perusahaan itu beroperasi di Kaltim.

“Harus ada sumbangsihnya untuk masyarakat Kaltim. Jangan hanya mengeruk saja di Kaltim. Luar pulau yang dapat manfaatnya,” harap Reza.

Dengan kejadian ini. kedepannya pihak dewan akan membuat Pansus untuk menindaklanjuti permasalahan CSR. 

Sebab tidak menutup kemungkinan dan menjadi kekhawatiran masih ada perusahaan lain yang juga menyalurkan dana CSR-nya ke luar Kaltim tapi tidak mencuat di publik.

“Termasuk revisi Perda Nomor 3 tahun 2013. Begitu nantinya kami akan mengundang seluruh forum CSR,”pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar