Normalisasi Bantaran SKM Samarinda Berlanjut

normalisasi_karang_mumus (Foto Istimewa)

KBRN, Samarinda : Program normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) pada tahun 2021 terus berprogres dari titik awal kegiatan di Jembatan Gelatik menuju Jembatan PM Noor sepanjang 2.300 meter

Sementara, Menurut Kepala Bidang Keagrariaan DInas Pertanahan Kota Samarinda Yusdiansyah mengatakan,  saat ini kegiatan di segmen pertama masih kepada sesi di Bantaran SKM di Ruhui Rahayu hingga Jemabtan Gang Nimbung,

Dia menjelaskan bahwa di alur SKM saat ini terdapat tiga titik penyumbatan, yakni segmen Jembatan Gang Nibung-Jembatan Ruhui Rahayu, Jembatan Agus Salim (Jembatan Baru)-Jembatan Lambung Mangkurat, serta Jembatan Agus Salim-Jembatan Perniagaan. Bahwa sebelumnya target pelaksanaan pada 2021 berada di segmen Jembatan Gang Nibung-Jembatan Ruhui Rahayu, serta sungai mati di belakang Masjid Babul Hafazah, Kelurahan Temindung Permai. “Tetapi karena kondisinya belum siap, program tahun ini melanjutkan segmen Jembatan Gelatik-Jembatan PM Noor,” ucapnya.

Sementara itu,Sekkot Samarinda Sugeng Chairudin mengatakan, Pemkot Bakal membuat tim pengadaan sertifikat tanah hingga Penilaian Atau Apresial Tanah tempat tanah yang terkena Program normarlisasi Sungai Karang Mumus.

Sebagai kelanjutan, pihaknya mengusulkan anggaran Rp 5 miliar di APBD Perubahan (APBD-P) Pemprov Kaltim. “Karena ketika sungai mati dibuka, maka mengurangi banjir di Jalan DI Panjaitan. Sedangkan ketika segmen Gang Nibung terbuka, maka mengurangi banjir di simpang Mal Lembuswana,” tutupnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00