Beri Motivasi Baru, Yayasan GIN Foundation Sembuhkan Ratusan Klien Rehabilitasi Narkotika

KBRN, BALIKPAPAN – Tindak penyalahgunaan narkotika di Balikpapan sudah semakin merajalela. Hampir setiap harinya aparat kepolisian mengungkap pelaku pengguna hingga pengedar narkotika. Tentu saja banyak dari mereka yang kembali terjun ke lubang hitam narkoba meskipun telah ditangkap berkali-kali.

Tak ingin para pengguna narkotika kehilangan arah dan terus mendapat stigma buruk di masyarakat, seorang pria bernama Abdul Wahid tergerak hatinya untuk membentuk suatu wadah guna mengubah pola pikir korban pengguna narkoba itu. 

Ya, Gerakan Insan Nusantara (GIN) Foundation pun terbentuk untuk menampung para pengguna narkotika yang ingin sembuh dari ketergantungannya terhadap barang haram itu. Abdul Wahid berkeinginan agar pengguna narkotika di Balikpapan bisa sepenuhnya terlepas dari ketergantungannya dan memiliki tujuan hidup serta semangat baru.

“Pecandu narkotika ini sebenarnya kalau di penjara itu tidak berubah, sebab kalau hanya di penjara dan tidak ada pembinaan disana bagaimana mereka mau melupakan ketergantungan obat ini. Nah kalau di Yayasan kami itu bisa, makanya kami ingin menyelamatkan mereka yang jadi korban narkotika. Kami ingin membebaskan Kota Balikpapan dari narkotika,” kata pria asli kota beriman itu.

Berdiri sejak Januari 2022 lalu, Yayasan GIN Foundation terus kebanjiran pasien setiap harinya. Total sudah 500 lebih klien yang ditangani dan seluruhnya dinilai telah terlepas dari kecanduan narkotika. Bahkan beberapa diantaranya justru memiliki motivasi hidup yang baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

“Selama ini stigma masyarakat selalu buruk terhadap pengguna narkotika. Padahal mereka ini bisa berubah dan sebenarnya dia ini korban karena lingkungannya. Jadi disini kami berikan motivasi baru, sehingga setelah dari sini mereka bisa diterima oleh masyarakat,” ungkapnya.

Ketua Yayasan GIN Foundation, Aryo Anggoro mengatakan pihaknya memiliki metode rehabilitasi klien pengguna narkotika mengadopsi dari apa yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Yayasan GIN Foundation sendiri juga memiliki dokter spesialis kejiwaan, Andi Asriani Arief, Sp. KJ yang siap melayani para pecandu untuk keluar dari ketergantungannya.

“Kami pakai metode dari program BNN, sebab beberapa tenaga disini juga mantan pecandu juga, pernah direhab, sehingga kami terapkan juga disini. Treatmennya disini kami terapi, berikan seminar, konseling, dan beberapa program untuk membangun motivasi mereka,” jelasnya didampingi Sekjen GIN Foundation, Santi.

Tidak hanya itu saja, Yayasan GIN Foundation memiliki program “After Care”. Dimana para pengguna yang telah sembuh dari kecanduan narkoba ini diberi pelatihan dan pembinaan untuk mendapatkan pekerjaan ataupun membuka usaha mandiri. Salah satunya yang sudah berjalan saat ini ialah “Bengkel Online”. Pasien yang memiliki keahlian dalam perbengkelan atau montir pun diberdayakan untuk menjalani usaha tersebut.

“Kami selalu memikirkan nasib mereka setelah dari sini, makanya ada namanya program After Care. Sehingga setelah keluar dari sini mereka itu tahu harus ngapain dan punya aktivitas positif yang menghasilkan. Kami ada bengkel online yang sudah jalan, lalu nanti ada kafe, pencucian motor, dan lainnya. Dan mereka juga tetap dalam monitor kami,” pungkasnya.

Salah seorang pasien berinisial AS mengatakan bahwa dirinya lelah harus keluar masuk penjara akibat narkoba. Setelah menjalani treatmen dan program Yayasan GIN Foundation, dirinya cukup bersyukur dan bahkan bertekad mengubah diri menjadi lebih baik untuk pembuktian kepada keluarga dan masyarakat.

“Saya ini pengedar juga, bandar juga, pemakai juga mas. Sudah keluar masuk penjara, pas ditangkap kemarin saya baru ini dibawa ke tempat begini. Dan setelah saya jalani, saya sadar diri kalau selama ini saya capek juga begini. Jadi saya mau coba buktikan ke keluarga yang sudah jauhi saya kalau saya bisa berubah, saya betul-betul bertekad mas, sebab hidup saya hancur karena narkoba,” bebernya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar