Kebun Sawit Bengalon Rusak dan tercemar, Akibat Tambang , PT KPC tanggung Jawab

PT KIN yang terkena Imbas Limbah (Dok Istimewa)

KBRN, Kutim : Adanya laporan warga kecamatan Bengalon yang diduga adanya pencemaran lingkungan dari aktivitas perusahaan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim segera mengambil langka cepat melakukan survei dan pengambilan sampel untuk dilakukan pengecekan di laboratorium. Hasilnya pun DLH kembali menemukan pencemaran.

“Berdasarkan fakta lapangan dan bukti-bukti pendukung berupa hasil analisa labolatorium, bahwa telah terjadi pencemaran di lokasi PT KIN dari kegiatan pertambangan KPC,” ujar Dewi Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Madya DLH Kutim ,Rabu,(25/5/2022).

Dewi menjelaskan, pihaknya mengambil tiga titik sampel di lokasi terduga pencemaran. Ialah pengamatan di titik koordinat (lokasi perkebunan Sawit PT KIN), pengamatan kedua pada lokasi Pengelolaan Air Limbah PT KPC SP. Rangkok), dan pengamatan Lokasi Pengelolaan Air Limbah Upper Rangkok).

“Data pendukung ditiga titik sampel. Semuanya melampaui baku mutu. Baik dari sumber maupun dari lokasi sumber air PT KIN,” papar Dewi.

Dewi menyampaikan, berdasarkan pengamatan pada lokasi kebun kelapa sawit milik PT KIN menunjukkan sebaran air limbah meluas dengan total 130.03 Ha serta terdapat lahan terganggu dalam kegiatan operasional panen dan perawatan akibat adanya endapan lumpur dengan jumlah total tanaman kelapa sawit 4.134 pokok.

“Dari hasil pengecekan dan survei di lapangan memang ditemukan fakta bahwa PT KPC tidak melakukan pemeliharaan saluran penghantar air limbah dari Upper Rangkok ke SP Rangkok yang mengakibatkan adanya limpasan air limbah yang mengalir ke lokasi Perkebunan PT Kemilau Indah Nusantara tanpa melalui pengelolaan dan titik penaatan yang mengakibatkan terjadinya pencemaran dan kerusakan pada lahan Perkebunan Sawit PT Kemilau Indah Nusantara,” jelasnya.

Sementara, Acting Manager Environment PT KPC, Agung Febrianto tak menampik adanya kelalaian dan luput dari pantauan.dan bakal bertanggung jawab akan kelalainnya tersebut.

“Kami tidak pungkiri ada insiden. Kami lalai dalam melakukan pemantauan di situ. Namun, tetap ada itikat baik untuk memulihkan. Kami selesaikan dengan PT KIN. Kami akan bertanggungjawab akan hal ini,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar