Cegah Penyalahgunaan Narkoba, BNK Kubar Tes Urin Mendadak di Kantor Camat Melak

BNK Kubar dan Satresnarkoba melakukan tes urin mendadak di kantor camata Melak, (26/1/2022). Foto/RRI-Andre

KBRN, Sendawar : Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Barat bekerja sama dengan satresnarkoba Polres Kubar melakukan tes urin masal terhadap pegawai kantor camat Melak, Rabu (26/1/2022).

Aksi jemput bola itu dilakukan secara mendadak saat seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tengah rapat bersama camat Melak.

Alhasil para pegawai kaget namun tak bisa keluar ruangan.

“Kami tidak tahu, pas rapat tiba-tiba mereka masuk. Terus pintu dikunci, kami tidak boleh keluar katanya ada tes urin,” ungkap Vera Fransiska, salah satu ASN yang mengaku kaget didatangi petugas BNK secara mendadak.

“Kaget juga pak. Tiba-tiba ada rapat dadakan, nah kami pada tanya ada apa ini?  Terus mereka bilang dari tim BNK mau tes, ya terpaksa ikut tambah Zainal Effendi.

Sekertaris BNK Kubar Jamidi mengatakan, kabupaten Kutai Barat masih cukup tinggi dalam hal penyalahgunaan narkoba. Khususnya di kecamatan Melak, Barong Tongkok dan Linggang Bigung.

Sehingga program BNK diarahkan untuk melakukan pencegahan di tiga daerah tersebut.

Adapun kecamatan Melak dipilih karena wilayah di pesisir sungai Mahakam itu sudah ditetapkan sebagai Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar).

“Karena itu Melak kita lakukan tes urin yang pertama di Kutai Barat. Apalagi ini merupakan program unggulan di 2022, yang nantinya kita lanjutkan di OPD-OPD lainnya,” jelas Jamidi yang memimpin gebrakan tes mendadak tersebut.

Jamidi berharap dengan adanya tes-tes seperti ini akan mengurangi penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat. Apalagi hasil survey terbaru menunjukan pengguna aktif narkoba adalah pemula yang ingin coba-coba.

Kemudian untuk tes yang disasar ke ASN karena mereka diharapkan jadi panutan atau ujung tombak pemerintah memberantas narkoba.

BACA JUGA:

2021, Kasus Narkoba Mendominasi di Kutai Barat

Sementara untuk ASN yang ketahuan positif dia menegaskan tidak akan diproses hukum. Melainkan dilakukan rehabilitasi untuk menghilangkan ketergantungan terhadap zat narkotika.

“Yang pasti kita lakukan pendampingan dan rehabilitasi. Dan kami tegaskan program ini adalah penyelamatan para ASN dan para TKK. Bukan untuk mencari kesalahan atau mempidanakan,” tegasnya.

“Nanti kita akan koordinasi dengan pak camat dan Polres untuk melakukan rehabilitasi agar pengguna ini bisa sembuh,” sambung Jamidi.

Jamidi, Ketua BNK Kutai Barat

Pengusaha muda yang cukup aktif di kegiatan sosial itu menyebut, saat ini BNK sudah bekerja sama dengan panti rehabilitasi narkoba maupun institusi penerima wajib lapor (IPWL).

Jika ditemukan pengguna narkoba aktif maka akan dilakukan asesmen. Jika kondisinya cukup parah maka akan direhabilitasi.

“Kalau dia masih kategori ringan kita lakukan asesmen disini saja. Tetapi kalau berat (candu) maka kita bawa ke panti rehab Tanah Merah Samarinda,” terang Jamidi.

Dia juga meminta masyarakat tidak perlu takut dites narkoba. Bila perlu lakukan tes mandiri di klinik IPWL Puskesmas Barong Tongkok, puskesmas Melak atau RSUD Harapan Insan Sendawar.

“Harapan kami kita jauhi narkoba. Karena dampaknya tidak ada yang baik. Lebih banyak negatifnya. Dan harapan kami bagi masyarakat Kutai Barat yang mengetahui ada yang mencurigakan segera lakukan koordinasi dengan BNK, IPWL untuk berkonsultasi supaya bisa kita selamatkan,” pesannya.

Camat Melak Mauliddin Said menambahkan, dirinya sengaja mengumpulkan semua pegawai kantor camat untuk dites urin.

Tujuannya untuk memastikan tidak ada ASN yang menggunakan narkoba.

“Karena kalau ada yang menggunakan narkoba tentu akan menggangu kinerja dan sistem birokrasi pemerintah.

Karena itu kami dengan pejabat eselon berinisiatif menggandeng BNK dan Polres untuk menyikapi masalah ini. Sehingga bisa terlaksana tes urin dan kami satu-satunya OPD yang melaksanakan tes ini,” ujarnya.

BACA JUGA :

Kasus Nakoba di Kutai Barat dan Mahulu Mengalami Peningkatan

Sebagai camat ia merasa punya tanggungjawab moral memerangi narkoba di kalangan ASN maupun masyarakat.

Apalagi pemerintah Kutai Barat juga mencanangkan program berantas narkoba sebagai prioritas.

“Sesuai dengan visi misi dan harapan bupati-wakil bupati supaya seluruh ASN dan TKK harus bebas narkoba,” katanya.

Adapun jumlah ASN di kantor camat Melak sebanyak 88 orang. Terdiri dari TKK 63 orang, dan PNS 25 orang.

Dari jumlah itu ada 80 orang yang dites. Hasilnya satu orang dinyatakan positif.

Meski begitu pegawai bersangkutan tidak akan di proses hukum.

“Proses hukum kecuali ada barang bukti. Kalau tidak ada pasti kita lakukan pembinaan dan rehabilitasi,” tukas Ipda Mangapul anggota satresnarkoba Polres Kubar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar