PTM di Balikpapan Tetap Berjalan, Meski Status PPKM Naik Level 2

KBRN, Balikpapan - Naiknya status PPKM di Balikpapan menjadi level 2 usai bertambahnya 9 kasus positif aktif kembali menjadi sorotan masyarakat. Terutama mengenai penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang telah berjalan sepekan terakhir ini. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan tidak ada perubahan dalam penerapan PTM, sekalipun PPKM di Balikpapan naik menjadi level 2. Ia mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang mengatur 4 hal untuk penerapan PTM. 

"Tidak ada perubahan karena SKB 4 menteri mengatur empat hal. Pertama yang sudah divaksin untuk guru dan tenaga pendidik minimal 80 persen, nah kita sudah terlampaui. Lalu vaksinasi lansia minimal 50 ersen kita juga sudab terlampui," kata Muhaimin pada Kamis (20/1). 

Kemudian vaksinasi anak usia 6-11 tahun juga sudah melebih target yakni 90 persen. Kemudian zona PPKM untuk menerapkan PTM yakni level 1 atau 2. Sehingga proses pembelajaran tatap muka dipastikan terus berlanjut. 

"Karena Balikpapan ini sekarang PPKM level 2, jadi tidak ada perubahan apapun terkait dengan PTM 100 persen," ujarnya. 

Meski begitu bila terdapat siswa yang terpapar Covid-19, maka sekolah tersebut diminta libur selama dua minggu. Muhaimin pun berharap angka kasus di Balikpapan bisa terus melandai, sehingga status PPKM tidak naik menjadi levek 3.

Meski begitu, dalam pemantauannya di sekolah-sekolah yang ada di Balikpapan terdapat tiga hal yang disoroti. Yakni penerapan protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan dengan baik sehingga meminimalisir penularan. Tiga hal temuan itu antara lain penggunaan masker yang tidak sesuai petunjuk penggunaan masker yang baik dan benar. 

"Kedua ada anak terutama SD terlambat dijemput. Sehingga banyak berkerumun, bahkan membuka masker. Ketiga pada saat pulang sekolah anak anak ini sudah jalan bergerombol dan maskernya sudah tidak ada," ungkapnya. 

Muhaimin pun mengimbau kepada seluruh sekolah agar melakukan evaluasi terhadap tiga hal temuan itu. 

"Kami menghimbau kepada seluruh satuan pendidikan agar tiga hal itu menjadi catatan sebelum anak anak itu pulang. Pihak sekolah juga sudah menyiapkan 50 persen dari jumlah siswa di sekolah untuk masker cadangan. Sebelum pulang ganti masker yang disediakan," pungkasnya. (Mdy) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar