Tak Ingin Masalah Harta Terus Berpolemik, Keluarga Besar Almarhum Garim Gelar 'Ruratn' Adat

Acara Ruratn adat keluarga almarhum Garim di Kutai Barat. (13/1/2022). Foto.dok keluarga

KBRN, Sendawar : Keluarga besar Pasiq Kakah Musim menggelar acara ruratn adat pasca meninggalnya Almarhum Garim, pemilik Istana Walet yang berada di kampung Belusuh Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat.

Acara ruratn adat atau musyawarah keluarga ini dilaksanakan keluarga besar Pasiq Kakah Musim di rumah Mogi Ahmad Nadi, di kampung Payang Kecamatan Muara Lawa Kutai Barat, Kamis (13/1/2022).

Selain mengenang kepergian mendiang Garim, acara ini juga ditujukan untuk menjaga dan memelihara perdamaian serta keutuhan keluarga besar Pasiq Kakah Musim yang terancam retak akibat pembagian harta warisan almarhum Garim.

Pasalnya pembagian harta 'juragan walet' ini berbuntut panjang hingga proses hukum. Bahkan tiga saudara kandung almarhum Garim kini jadi tersangka.

Tidak hanya itu, semua aset peninggalan almarhum Garim baik gedung walet, tanah, bangunan, rumah hingga mobil disita oleh pihak kepolisian.

Baca Juga:

Pengacara Tersangka Bantah Buat Surat Hibah Palsu Dari Almarhum Garim

Tandatangan Almarhum Garim Dalam Hibah Aset Non Identik, Pengacara : Penetapan Tersangka Sudah Tepat

Keluarga almarhum Garim dalam rumpun keluarga besar Pasiq Kakah Musim tak ingin persoalan itu terus berkepanjangan.

Mereka akhirnya mengundang kepala adat besar kabupaten Kutai Barat, Manar Dimansyah Gamas untuk memimpin acara rurant adat tersebut.

Keluarga besar juga menyerahkan mandat kepada kepala adat untuk membantu penyelesaian masalah secara kekeluargaan.

Ruratn adat ini sendiri terlaksana atas kerjasama dan dihadiri oleh keluarga besar Pasiq Kakah Musim.

″Tujuan acara ruratn adat adalah Murni sebagai upaya keluarga besar Pasiq Kakah Musim tetap menjaga keutuhan keluarga tanpa mencampuri proses hukum. Sebagai warga Negara yang taat hukum kita hormati proses hukum yang berjalan,″ ungkap Manar Dimansyah Gamas.

"Tetapi sebagai kepala Lembaga Adat Besar Kabupaten yang telah diserahkan mandat oleh keluarga, kami lakukan upaya adat agar keluarga besar ini tetap ″Erai Galikng Gile, Erai Pekat Baat atau satu kesatuan dan satu kata sepakat dan masalah yang ada tidak berkepanjangan," sambungnya.

Baca Juga :

Kades Gunung Bayan Juga Jadi Tersangka dalam Kasus Pemalsuan Surat Hibah Almarhum Garim

Yahya Tonang Dukung Polda Kaltim Atas Penetapan 4 Tersangka Pemalsuan Surat Hibah dan Penyitaan Aset di Kubar

Penggagas Acara Ruratn Adat, Ulung Taurus mengaku keluarga besar tak ingin pembagian harta warisan almarhum Garim terus berpolemik yang berpotensi merusak keutuhan keluarga besar Pasiq Kakah Musim.

"Oleh karena itu kita sepakati meminta Kepala Adat Besar untuk lakukan upaya keluarga. Harapannya ini dapat diterima oleh semua pihak sehingga sempekat dan kedamaian keluarga besar ini bisa tetap terjaga," terang Ulung Taurus.

″Almarhum Om Garim pasti tidak akan tenang jika permasalahan ini terus berlanjut. Apalagi karena permasalahan ini, acara adat kematian belum bisa terlaksana,″ tambah Mogi Ahmad Nadi, anggota keluarga lainnya.

Baca Juga :

PN Balikpapan Tolak Praperadilan yang Diajukan Tersangka Pemalsuan Surat Almarhum Garim

Adapun dalam musyawarah adat ini menghasilkan beberapa poin usulan diantaranya : 

  1. Bahwa keluarga besar Pasiq Kakah Musim menyatakan Ikrar dan komitmen tetap menjaga dan memelihara kerjasama atau sempekat dalam keluarga besar.
  2. Bahwa saling menyatakan permohonan maaf atas sikap dan tindakan yang kurang patut dan tidak sepantasnya terhadap sesama anggota keluarga besar Pasiq Kakah Musim.
  3. Bahwa mengusulkan pembagian harta peninggalan Almarhum Garim berupa tercantum dalam berita acara untuk saudara Derahim.
  4. Bahwa mengusulkan pembagian harta peninggalan Almarhum Garim berupa tercantum dalam berita acara untuk saudari Novita Sari.
  5. Dan akan berlaku dan bertindak Adil terhadap pembagian harta perolehan bersama Almarhum Garim dan Almarhumah Rajin ( Isteri Pertama Alm.Garim)
  6. Tetapi jika hal yang telah dinyatakan dalam poin 3 dan 4 tidak dapat diterima oleh Saudara Derahim dan Saudari Novita Sari, maka ketetapan tersebut dinyatakan batal dan akan diatur kemudian dalam musyawarah Keluarga Besar Pasiq Kakah Musim.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar