Dekranasda Kubar Terus Berupaya Melestarikan Kerjainan Tradisional Daerah

Ketua Dekranasda Kubar Yayuk Seri Rahayu Yapan Setelah Membuka Pelatihan Sarut di Taman Budaya Sendawar

KBRN, Sendawar: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) akhir-akhir ini terus berupaya memberikan pelatihan kerajinan tradisional, baik bagi kelompok pengrajin maupun masyarakat di Wilayah tersebut.

Terbaru, Dekranasda memberikan pelatihan kerajinan sarut  bagi sejumlah Organisasi Wanita di Kubar, berlangsung di Lamin Tunjung komplek Taman Bidaya Sendawar (TBS) selama dua hari, mulai tanggal 3-4 Desember 2021.

Ketua Dekranasda Kubar, Yayuk Seri Rahayu Yapan mengatakan, hal itu dilakukan sebagai upaya pelestarian kerajinan tradisional turun-temurun masyarakat Kutai Barat, termasuk kerajinan sarut yang saat ini sudah hampir pudar akibat perkembangan zaman.

“Kita ketahui bersama bahwa kerajinan sarut ini sudah hampir punah dan memang tidak dikenal sebelumnya. Tapi dengan kita memberikan pembinaan selama ini harapannya kerajinan ini bisa tetap lestari,”kata Yayuk kepada RRI di Sendawar, Selasa (7/12/2021)

Bahkan Yayuk menegaskan, pihaknya sudah menyampaikann kepada pihak terkait agar kerajinan tradisional ini bisa masuk dalam muatan lokal Sekolah, terutama di sentra kerajinan sarut, wilayah Kecamatan Damai.

“Sudah beberapa kali kita lakukan pembinaan karena disana memang banyak kelompok sarut, dan kita juga minta agar kerjinan sarut ini dimasukkan dalam muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di sana,”tambahnya

Khusus untuk kerajinan sarut ini, lanjut Yayuk, siapapun bisa melakukannya selama ada niat dan mau belajar karena bahan utama yang digunakan tidak sulit dicari atau hanya menyulam dengan benang.

“Kalau sarut ini hampir sama dengan Tumpar, makanya siapapun bisa melakukan kerajinan ini selama ada kemauan dan mau belajar,”lanjutnya

Tidak hanya dari segi pelatihan bagaimana menyulam sarut, Dekranasda Kubar juga bahkan telah memberikan pelatihan terkait konsep pemasarannya dengan memanfaatkan teknologi, dengan harapan para pengrajin Kutai Barat bisa memasarkan hasil kerajinannya secara online.

“Memang pemasaran ini kita masih banyak kendala karena pengrajin ini kebanyakan belum terlalu paham teknologi. Maka itu kita juga sudah memberikan pelatihannya bagi pengrajin sesuai sentra-sentra kerajinan yang ada di Kubar, supaya nanti mereka bisa memasarkan hasil kerajinan mereka secara online,”ungkap Yayuk

Ia berharap, kerajinan turun temurun masyarakat dayak Kutai Barat tersebut dapat terus lestari melalui kegiatan pembinaan yang rutin dilakukan, baik melalui pelatihan maupun upaya lain serta dukungan bantuan sarana prasarana pendukung yang juga diberikan oleh Dekranasda Kubar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar