Hari Disabilitas Internasional, Momentum Ubah Disability Jadi Ability

Dialog Pelita Bunda dan Dinas Sosial Kalimantan Timur bersama RRI Samarinda

KBRN, Samarinda: Tanggal 3 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Peringatan Hari Disabilitas Internasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang disabilitas.

Berdasarkan data dari PBB, lebih dari satu miliar orang atau sekitar 15 persen dari populasi dunia hidup dengan disabilitas. Sebanyak 80 persen di antaranya tinggal di negara berkembang.

Hari Disabilitas Internasional ini juga berfokus kepada kendala dan permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas sampai dengan saat ini.

Farah Flamboyant, aktivis dan juga Kepala Yayasan Pelita Bunda memaknai momentum ini sebagai pengingat kesadaran bagi para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk merangkul mereka agar mampu mensejajarkan dirinya di tengah masyarakat. Merubah disability menjadi ability. 

"Butuh waktu untuk kemudian mengubah mindset seseorang dari rasa kasian ke empati. Empati berbeda dengan kasian. Beri ruang untuk kemudian penyandang disabilitas bisa berkarya," terang Farah dalam dialognya bersama RRI pada Kamis (02/12/2021).

Farah juga menyinggung mengenai keseriusan pendataan penyandang disabilitas yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

"Data yang belum jadi keseriusan dari pemerintah untuk alokasi anggaran bagi penyandang disabilitas. Data tentang orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus belum ada," ujar Farah.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Sosial Kalimantan Timur yang diwakili oleh Asriansyah, Kasi Anak dan Lansia, mengatakan saat ini pemerintah telah serius merangkul para penyandang disabilitas. Hal ini terbukti dalam pencanangan peraturan gubernur dan peraturan daerah bagi penyandang disabilitas agar mereka memiliki hak yang sama dan sejajar di masyarakat.

"Kami masih dalam pembenahan data, data sejauh ini ada sekitar 5681 penyandang disabilitas di Kaltim. Proses data yang ada di dinsos itu suplai dari kabupaten kota," terang Asriansyah.

Asriansyah juga menuturkan bahwa salah satu bentuk kepedulian pemerintah bagi para penyandang disabilitas adalah akan dibangunnya panti sosial bina remaja khusus penyandang disabilitas tahun 2023 nanti.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun 2021 kali ini mengangkat tema Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel, dan Berkelanjutan Pasca Covid-19.

Kalimantan Timur sendiri juga turut memperingatinya dengan berbagai kegiatan diantaranya webinar, jalan santai yang diselenggarakan oleh komunitas peduli penyandang disabilitas, sosialisasi peringatan bagi pihak Organisasi Perangkat Daerah dengan memasang spanduk peringatan, penyusunan draf peraturan gubernur terkait penyandang disabilitas, peningkatan pelayanan publik seperti parkir motor khusus disabilitas, serta pelatihan kewirausahaan mengelola sampah jadi rupiah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar