Jalan Yang Baik, Dukung Mobilisasi Barang

Wabup Kubar Edyanto Arkan (kanan) berdialog bersama Ferry Irawan, Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal (tengah), usai penyerahan penghargaan penghargaan TPID Awards, di Ruang Serbaguna Ruhui Ruhuy, Kantor Gubernur Kaltim.jpg

KBRN,Samarinda - Akses jalan yang baik dan bagus, akan bepengaruh langsung terhadap mobilisasi barang kebutuhan pokok, orang dan logistik sekaligus mendongkrak pertumbuhan ekonomi industri kecil menengah (IKM).

Wabup Kubar Edyanto Arkan mengatakan, apabila jalan tersebut rusak, bisa menjadi pemicu inflasi tinggi. Seperti, biaya transportasi yang meningkat, kemudian dibebankan kepada konsumen dengan menaikkan harga barang sehingga memicu inflasi.

Wabup mengharapkan kondisi jalan transkalimantan menghubungkan ibukota Samarinda Provinsi Kaltim ke Kabupaten Kubar dengan jarak sekitar 370 kilometer tetap terjaga dan terpelihara oleh pihak berkompeten khususnya Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Balikpapan Satker PJN Wilayah II Kalimantan Cabang Samarinda dengan jalan tersebut, karena jalan itu adalah jalan negara.

Pemkab Kubar, tidak mungkin dapat memilihara jalan itu, karena jalan negara. Apabila diperbaiki, akan terjadi kesalahan penatausahaan. Untuk itu, diharapkan lagi kepada BPJN dapat memperhatikan ruas jalan ini, karena sangat pital dalam mobilisasi barang kebutuhan pokok.

“Sehingga arus barang kebutuhan pokok dari luar daerah Kubar tidak ada terkendala,”ujar Wabup, seusai rapat koordinasi (rakorda) stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur Samarinda.   

“Sebagian besar barang kebutuhan pokok bersumber dari luar daerah. Selama jalan itu baik dan stok barang di Samarinda cukup, maka inflasi akan terjaga,”terangnya.

Wabup akui, memang ada bagian-bagian kecil yang kadang bisa terjadi kekurangan pada waktu tertentu, misalkan tabung gas. Itu supply nya kurang, sementara permintaan tetap. Berkurangnya suplly itu, akan mengakibatkan terjadi inflasi dan harga akan naik di masyarakat. Itu memang ternyata terjadi.

Inilah yang kita minta bagi pihak-pihak yang melakukan perdagangan tersebut agar segera berkoordinasi, apabila terjadi kekurangan pasokan, suplly dari dealer atau agen besar di Samarinda.

Segera lapor ke pemerintah dan kita akan melakukan upaya untuk mengkomunikasikan dengan tingkat provinsi melalui pemerintah provinsi dengan Disperindagkop dan UKM Kaltim agar supply yang ada tidak berkurang dari pada volume yang biasanya diberikan.

Wabup mengimbau kepada pelaku usaha agar membeli atau menyetok barang kebutuhan pokok itu melebihi dari kebiasaan bulanan pada bulan sebelumnya. Dengan menjaga itu, diharapkan keseimbangan suplly dan demand artinya, antara pasokan dan permintaan itu terjadi keseimbangan.

“Apabila adanya keseimbangan pasokan itu akan terjaga harga dan inflasi kita akan tidak melebihi dari pada inflasi pada tingkat regional,”ucapnya. (humaskbr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar