Jalan Trans Kalimantan Kubar-Kukar Diperbaiki Tahun 2022

Ketua DPRD Kutai Barat, Ridwai

KBRN, Sendawar: Kondisi infrastruktur jalan trans Kalimantan dari arah Samarinda, melintasi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga Kabupaten Kutai Barat (Kubar) saat ini menjadi keluhan masyarakat. Sebab banyaknya ruas jalan yang berlubang dan rusak parah. 

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kubar, Ridwai mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kalimantan Timur (Kaltim), pada akhir bulan Oktober 2021.

Menurutnya, kunker itu dalam rangka menyampaikan keluhan masyarakat, mempertanyakan sekaligus mendorong adanya perbaikan akses jalan tersebut.

"Kita ketahui jalan dari simpang Kalteng sampai ke Tenggarong itu jalan Nasional dan yang paling parah kerusakannya masuk dalam wilayah tanggung jawab APBN. Jadi itu yang kami pertanyakan ke mereka,"kata Ridwai kepada RRI, Senin (29/11/2021).

Dari hasil kunjungan kerja itu lanjut Ridwai, Dinas PUPR dan Perumahan Rakyat Provinsi Kaltim baru akan melakukan perbaikan sekaligus meningkatkan grade jalan pada tahun 2022 mendatang.

Sebab, jika dilakukan perbaikan tahun ini kondisi akan tetap sama, baik sementara dan akan kembali rusak karena grade jalan trans Kaltim yang masih rendah.

"Nah penjelasan mereka, kalau kita baiki sekarang tapi kalau gradenya masih rendah, ya paling baik sebentar habis itu dilewati oleh kendaraan-kendaraan besar seperti alat berat pasti rusak lagi. Jadi penjelasan mereka seperti itu, bahwa tahun 2022 nanti akan ada proyek besar masuk di jalan trans Kalimantan," lanjutnya

Ditambahkan, bahwa kelas dan grade jalan Trans Kaltim, khususnya yang menghubungkan Kukar-Kubar selama ini hanya berada di kelas II dengan status grade B.

"Oleh sebab itu, seharusnya status grade jalan tersebut bisa ditingkatkan menjadi grade A, layaknya jalan antara Samarinda-Balikpapan,"tambah Ridwai

Ia berharap, jawaban Dinas PU,PR dan Perumahan Rakyat Kaltim bisa terealisasi tahun 2022 nanti, guna mejawab keluhan masyarakat karena jalan yang rusak.

Akibatnya aktivitas perjalanan yang dari sebelumnya hanya 6-8 jam. Sekarang bisa memakan waktu 10-12 jam perjalanan, dari Kutai Barat menuju Samarinda atau Sebaliknya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar