Pengemis di Balikpapan Meningkat, Modus Badut Paling Banyak

KBRN, Balikpapan - Satpol PP Kota Balikpapan kewalahan dalam menertibkan pengamen, anak jalanan hingga pengemis. Sebab saat ini mereka kerap kucing-kucingan dengan petugas dan mengubah modus mengemisnya.

Diketahui paling banyak ditemui modus mengemis di Balikpapan yakni pedagang tisu dan badut. Hal ini tentu membuat petugas kerap kewalahan. Sebab beberapa kali penindakan yang dilakukan tak membuat mereka jera.

"Itu badut aja sudah kami sidang kemarin ada 22 orang. Sidang tipiring, putusannya tidak begitu berat, Rp50 ribu denda dan uang sidang Rp2 ribu aja," kata Kepala Satpol PP Balikpapan, Zulkifli.

Khusus badut memang semakin menjamur di Balikpapan. Hampir di beberapa simpangan terdapat pengemis modus badut. Beberapa kali petugas mendapati laporan dari masyarakat yang merasa terganggu. Usut punya usut, para badut ini kebanyakan datang dari Kalimantan Selatan untuk mengais rejeki di Balikpapan.

"Meningkat sekali akhir ini. Badut aja sampai 22 orang yang ikut sidang, saya kadang bingung ini datang darimana. Lalu pengamen juga banyak. Laporannya itu banyak dari Kalsel datangnya. Nggak tahu ini dia kelompok atau bagaimana," ungkapnya.

Meski begitu saat ini Satpol PP tidak henti-hentinya melakukan razia terhadap pengemis dengan berbagai modus itu. Bahkan bisa saja mereka yang terjaring bakal di pulangkan kembali ke kotanya jika bukan warga Balikpapan.

"Saat ini memang Satpol PP sedang gencar-gencarnya melakukan penertiban berbagai bentuk modus operandi pengemis di jalanan," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar