Satresnarkoba Balikpapan Ungkap 22.000 Double L

KBRN, Balikpapan - Sebanyak 22 ribu double L di Balikpapan berhasil diungkap Satresnarkoba Polresta Balikpapan baru-baru ini. Obat terlarang tersebut bahkan sebagian sudah beredar ke masyarakat.

Pengungkapan tersebut terjadi pada Senin (18/10) di Jalan Sepaku Laut RT 08 Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat. Polisi yang mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya transaksi obat keras di wilayah tersebut langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, sekira pukul 16.00 wita, satu orang tersangka berinisial AD.

"Dari hasil pengungkapan kita melakukan penangkapan terhadap dua tersangka, tersangka pertama kita amankan 10 ribu double L yang masing-masing satu bungkus ada 1000, total ada 10 bungkus," ujar Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan AKP Tasimun.

Setelah menangkap AD, polisi pun melakukan pengembangan dan berhasil meringkus tersangka kedua berinisial GR. Ditangan GR polisi berhasil mengamankan 12 ribu double L yang siap edar.

"Kemudian kita kembangkan lagi, kita lakukan penangkapan terhadap saudara DR dengan barang bukti 12 ribu double L," tuturnya.

Informasi yang dihimpun oleh polisi, barang tersebut dipasok dari Kediri, Jawa Timur. Awalnya tersangka memesan barang sebanyak 30 ribu, namun sebanyak 8 ribu double L telah diedarkan oleh seorang tersangka berinisial HB yang saat ini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Kita lakukan interogasi terhadap dua tersangka mereka memesan barang sebanyak 30 ribu, namun yang 8 ribu sudah diedarkan. Tersangka yang mengedarkan kita tetapkan DPO, sampai sekarang kami sedang melakukan pencarian," ungkapnya.

Keuntungan yang diraih dalam satu kotaknya yakni hanya Rp200 ribu, dengan harga jual Rp1,2 juta per kotaknya. Satu kotak berisi 1000 butir double L. 

"Informasinya dia sudah 10 kali memesan di tahun ini," sebutnya.

Kedua tersangka pun disangkakan Pasal 197 junto Pasal 106 Undang-Undang Kesehatan Nomor 35 Tahun 2009, dan Pasal 197 junto Pasal 96 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00