Mendukung Pengembangan Jagung di Kabupaten Kutai Kartanegara, BPTP Kaltim Gelar Bimbingan Teknis.

KBRN, Samarinda: Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci keberhasilan usaha. Demikian halnya dalam usaha sektor pertanian.

Sejalan dengan itu, tim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim melalui inisisasi PT. Megah Utama Mentari (PT. MUM) melaksanakan bimbingan teknis dalam mendukung pengembangan jagung di Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Kecamatan Kota Bangun pada Kamis (21/10/2021).

Bertempat di desa Kota Bangun II, bimbingan teknis dengan tajuk budidaya jagung "Melalui Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)" dihadiri oleh perwakilan PT. MUM, Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar yang diwakili oleh Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultur (Sugiono), BPP Kota Bangun, Camat Kota Bangun, Kepala Desa Kota Bangun II dan III.

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Kaltim, Dr. Fausiah T. Ladja serta diikuti oleh petani pelaksana pengembangan budidaya jagung Desa Kota Bangun I, II dan III.

"BPTP Kaltim siap mendukung pembangunan pertanian di wilayah ini termasuk pengembangan jagung dengan teknologi yang dihasilkan Balitbangtan yang salah satunya varietas unggul baru yang saat ini diperkenalkan yaitu Jh 29, Lamuru dan Srikandi 1 yang sedang ditanam di Desa Kota Bangun II ini, serta teknologi-teknologi lain yang spesifik lokasi yang bisa diterapkan di wilayah ini", kata Fausiah T. Ladja ketika membuka kegiatan Bimbingan Teknis tersebut.

Materi bimtek dibawakan oleh peneliti BPTP Kaltim, Ir. Nurbani yang berbagi ilmu tentang bagaimana budidaya jagung melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu yang tentu berharap ini merupakan bekal tambahan bagi para pelaksana budidaya jagung yang saat ini sedang dilaksanakan di wilayah Desa Kota Bangun II dan sekitarnya.

Sugiono, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultur, Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam pengembangan jagung di wilayah Kota Bangun ini dan akan mensupport untuk suksesnya kegiatan ini dan berharap dikembangkan di lokasi lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan itu juga dilakukan diskusi serta sharing pengalaman dari pihak petani maupun para narasumber yang berkompeten tentunya dalam kontek pelaksanaan pengembangan jagung yang sedang dilaksanakan saat ini. Harapannya kendala-kendala yang mungkin muncul bisa diantisipasi seminimal mungkin sehingga potensi keberhasilan kegiatan ini lebih besar.

Acara ditutup oleh Sub.Koordinator Kerjasama, Margaretha yang menyampaikan bahwa yang utama adalah meningkatkan sinergi semua pihak untuk terus menjaga kepentingan bersama sesuai dengan porsi yang telah ditentukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00