Samarinda Dikepung Banjir, 9.444 Jiwa Terdampak

KBRN, Samarinda: Memasuki hari kedua, Rabu (20/10/2021) banjir yang melanda Kota Samarinda Kalimantan Timur makin meluas.

Berdasarkan update data sementara dari Info Taruna Samarinda (ITS), Rabu (20/10/2021) pukul 18.00 Wita, total wilayah yang terendam banjir di Samarinda meliputi 2 Kecamatan terdiri dari 5 Kelurahan dan 45 RT.

2 Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Samarinda Utara yang meliputi Kelurahan Sempaja Timur 25 RT, Kelurahan Sempaja Selatan 8 RT,  Kelurahan Lempake 5 RT dan Kelurahan Sempaja Utara banjir merendam 2 RT. Sementara untuk Kecamatan Sungai Pinang meliputi Kelurahan Gunung Lingai sebnayak 5 RT dengan ketinggian air  bervariasi antara 20 - 100 Cm. Data sementara sebanyak 9.444 Jiwa terdampak.

Plt. Kepala BPBD Kota Samarinda, Hambali mengatakan banjir mulai terjadi pada Selasa (19/10) dan saat ini ketinggian air rata-rata mulai dari 30 cm sampai 100 cm. Kondisi banjir terparah terjadi di beberapa lokasi khususnya di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa bahkan ada yang mencapai lebih dari satu meter.

Dia mengatakan banjir terparah terjadi di Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Ketinggian air di lokasi itu mencapai sepinggang orang dewasa, bahkan ada yang mencapai lebih dari 1 meter.

"Kami telah menyiapkan tujuh perahu karet untuk evakuasi warga, enam perahu kita tempatkan di Perumahan Bengkuring dan satu perahu ditempatkan di titik lokasi lainnya," kata Hambali.

Hambali mengatakan petugas BPBD dibantu oleh aparat kepolisian dan TNI beserta relawan telah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir. Termasuk sejumlah tempat juga telah disiapkan untuk evakuasi para korban banjir.

Ia mengimbau masyarakat khususnya yang tempat tinggalnya sudah terendam banjir untuk segera mengungsi ke tempat yang aman.

"Potensi hujan lebat masih mungkin terjadi, saat ini debit air di Waduk Benanga dalam ketinggian 88 cm atau posisi waspada," jelas Hambali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00