Refugia, Si Cantik Pengendali Hama

KBRN, Samarinda: Tren penggunaan metode organik dalam budidaya pertanian belakangan ini tengah digandrungi sejumlah petani di Indonesia, yang salah satunya memanfaatkan tanaman refugia sebagai tanaman pengusir hama. 

Tanaman refugia adalah tanaman yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai tempat perlindungan dan sumber pakan bagi serangga musuh alami (baik predator atau pemangsa maupun parasitoid). Hal tersebut dilakukan agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Prinsip tanaman untuk refugia adalah tanaman tersebut bisa menarik dan menjadi tempat hidup serta sumber kehidupan bagi serangga musuh alami dari hama.

Refugia sebagai tempat berlindung dan hidupnya musuh alami dari jenis predator dan parasitoid maupun menjadi sumber makanan bagi serangga penyerbuk atau penghasil madu seperti lebah. Contohnya, serangga dari Ordo Hymenoptera Famili Scolitidae sebagai parasitoid bagi hama ulat bawang (Spodoptera exigua) atau hama dari Ordo Lepidoptera. Dengan demikian berarti bahwa refugia dapat berperan dalam kelestarian musuh alami, menjaga keseimbangan agroekosistem dan membantu pengelolaan hama bagi tanaman budi daya.

Untuk menjaga optimalisasi peran refugia, maka petani juga harus mendukung penggunaan pestisida kimia sintetis secara benar dan bijaksana. Selain itu, keberadaan refugia juga membantu menjaga kelembapan tanah di sekitarnya. Refugia juga dapat menahan penguapan tanah akibat cahaya matahari. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat membantu mitigasi risiko kekeringan di areal pertanaman dalam skala mikro.

Pemanfaatan tanaman refugia sebagai microhabitat serangga hama dan musuh --musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan maupun lahan sayuran untuk mengendalikan hama secara almiah. Penanaman refugia akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama sehingga keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan terjaga secara berimbang. Selain menjaga keseimbangan lingkungan juga dapat memperindah lahan pertanian yang subur dengan dikelilingi tanaman bunga yang mekar.

Ada beberapa jenis tanaman yang berpotensi sebagai Refugia, yaitu :Tanaman hiasBeberapa penelitian menyebutkan jenis tanaman hias yang berpotensi sebagai refugia antara lain bunga matahari, bunga kertas zinnia, kenikir, bunga tahi ayam, kembang sepatu dan beberapa jenis bunga lainnya. Untuk bunga kertas memiliki beberapa kelebihan di antaranya adalah selalu mekar dan bunganya beraneka warna sehingga banyak dikunjungi serangga dari berbagai jenis kupu-kupu, semut, kumbang, laba-laba dan lebah. Tanaman ini mudah ditanam, bibit mudah diperoleh, regenerasi tanaman tergolong cepat dan kontinyu.

GulmaBeberapa gulma juga dapat dijadikan tanaman refugia, terutama yang berasal dari famili asteraceae seperti babadotan dan Ajeran. Terdapat juga aneka tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan, pegagan, rumput setaria, rumput kancing ungu dan kacang hias atau kacang pentoi.

SayuranSayuran yang berpotensi sebagai refugia sekaligus bahan pangan antara lain kacang panjang, bayam dan jagung.

Penerapan tanaman refugia sebagai trap crop sebaiknya ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang baik bagi musuh alami dan serangga polinasi. Penanaman refugia diusahakan sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. 

Terdapat beberapa kriteria tanaman yang bisa dijadikan tanaman refugia yaitu : memiliki bunga dan warna yang mencolok, Regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan, Benih atau Bibit mudah diperoleh, Mudah ditanam serta Dapat ditumpang sarikan dengan tanaman pematang lain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00