Warga Dihimbau Tidak Memberi Limbah Babi Hutan untuk Pakan Babi Ternak

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kutai Barat, Sapriansyah.jpeg

KBRN, Sendawar: Berdasarkan data Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), tercatat ada sekitar 50 Ekor Babi Ternak warga di Kampung Dempar dan Sembuan Kecamatan Nyuatan mati mendadak, beberapa pekan terakhir ini.

Bahkan laporan terbaru diterima Distan Kubar, kondisi serupa juga terjadi di Kampung Sakaq Lotoq, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, dan akan dilakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Selain di Kecamatan Nyuatan tadi, ada lagi di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, di Kampung Sakaq Lotoq yang baru dilaporkan kemarin dan hari ini juga mau ke-lapangan,”kata kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Petrus melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sapriansyah kepada RRI di Sendawar, Kamis (16/9/2021).

Dalam kasus kematian babi ternak warga tersebut, lanjut Sapriansyah, pihaknya sudah bergerak langsung mengambil tindakan. Bahkan pada kasus yang terjadi di Kecamatan Nyuatan, sudah diambil sampel darah dan organ dalam ternak babi yang mati, untuk di uji laboratorium.

“Saat ini sudah diproses di laboratorium Samarinda, dan dilanjutkan lagi organ-organnya di kirim ke Banjar Baru Kalimantan Selatan, karena di Kalimantan Timur belum ada untuk pengujiannya. Jadi sekitar tiga atau empat minggu baru ada hasilnya, kita bisa memastikan apa penyebab mati mendadak babi ternak tersebut. Tapi dugaan sementara, melalui dokter hewan, itu mengarah kepada African Swine Faver (ASF) atau Flu Babi Afrika,”lanjutnya

Pengambilan sampel babi ternak warga di Kutai Barat yang mati mendadak

Menurut Sapriansyah, dugaan itu karena kondisi yang sama terjadi disejumlah Kabubapaten di Kalimantan Timur seperti Berau, Kutai Timur termasuk Mahakam Ulu, dan jika benar penyebab kematian babi ternak ini karena flu babi afrika, maka penularannya hanya dari babi ke-babi atau tidak menjangkiti hewan lain, termasuk manusia.

“Sementara kalau ke hewan lain tidak ada, demikian juga kepada manusia, itu tidak ada. Tidak menular kepada manusia, tapi kita masak harus 200 drajat celcius, menguap benar untuk menjaga kesehatan kita juga. Nah, bagaimana kita bisa melihat gejala awal babi ternak terjangkit flu babi afrika ini?, jadi pada saat kita kasih makan, dan dia tidak mau makan, ah itu sudah indikasi pak, harus waspada,”ungkapnya

Maka itu, Sapriansyah menghimbau kepada masyarakat agar tidak memberi limbah babi hutan, seperti tulang atau lainnya yang dibeli dipinggir jalan kepada ternak babi guna mengantisipasi terjadinya penularan yang bisa menyebabkan kematian.

Warga diminta tidak memberikan limbah babi yang dijual dipinggir jalan sebagai pakan ternak babi di rumah

“Karena penyebab penyakit seperti ini, seperti kejadian di Kabupaten Berau, Kutai Timur itu penyebabnya dari babi hutan. Oleh sebab itu, himbauannya agar babi hutan yang beredar di Kutaii Barat, limbahnya atau tulang-tulang dan air segala macam jangan diberikan kepada ternak babi dirumah. Karena seandainya dia terinfeksi flu babi ini, pasti akan menular dan bisa menyebabkan kematian terhadap babi ternak. Jadi harapan, jangan mengambil limbah daging yang kita beli, yang beredar dipinggir jalan itu untuk diberikan kepada ternak kita,”himbaunya

“Kemudian ternak yang mati mendadak tadi jangan dibuang ke-dalam sungai, karena kalau dibuang ke-sungai dia hanyut kemudian dimakan binatang lain, lari ke-kampung A atau B disempanjang sungai itu bisa menular ke-babi ternak dikampung tersebut,”terangnnya

Selain itu, hewan ternak yang sudah mati ini diharapkan tidak diperjual belikan dan sebaiknya di kubur agar tidak menular ke babi ternak warga lainnya disekitar kampung, dimana terjadi kejadian tersebut atau menyebar ke kampung lainnya.

Pemberian vaksin bagi babi ternak warga

Sapriansyah menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya penularan, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat sudah melakukan kegiatan vaksinasi dan pemberian vitamin bagi ternak di sekitar lokasi kejadian kematian hewan ternak yang terjadi secara mendadak.

“Minimal itu untuk menjaga kekebalan tubuh babi ternak warga. Itu sudah kita lakukan, pemberian vitamin, antibiotik dan injeksi setelah kita menerima laporan terjadinya kematian mendadak terhadap babi ternak,”pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00