Kabupaten Mahakam Ulu Kini Tak Lagi Zona Hijau

KBRN, Mahulu : Setelah sekian lama mempertahankan daerah yang nihil akan paparan infeksi virus corona, akhirnya kini Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur telah tersusupi oleh wabah virus mematikan tersebut.

Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Bonifasius Belawan Geh menyampaikan kronologis lima warganya yang terkonformasi positif Corona virus Disease 2019 (COVID-19), tiga diantaranya dari satu keluarga yang sebelumnya melakukan perjalanan dari luar daerah.

“Hari ini kami laporkan adanya penambahan kasus pasien positif COVID-19 di Mahulu, setelah tanggal 6 Agustus lalu terkonfirmasi satu pasien positif, yakni MHU 01 yang ditemukan dan dirawat di Rumah sakit Harapan Insan Sendawar, Kutai Barat,” ujar Bonifasius dalam rilisnya, Selasa, (18/8).

MHU 01 yang dirawat di Sendawar, pada 17 Agustus 2020 telah dinyatakan sembuh, namun per 18 Agustus ini terdapat empat penambahan kasus baru, yaitu MHU 02, MHU 03, MHU 04, dan MHU 05.

Menurutnya, MHU 02, MHU 03, MHU 04 merupakan satu keluarga dari Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. MHU 02 adalah perempuan berusia 45 tahun, MHU 03 adalah laki-laki 47 tahun, MHU 04 adalah anak laki-laki usia 2,5 tahun.

Berdasarkan hasil Test Swab positif tanggal 16 Agustus, diberitahukan oleh Laboratorium Rumah Sakit Parikesit Tenggarong kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu. Selanjutnya tanggal 17 Agustus, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengkonfirmasi hasil Swab Test yang positif tersebut.

“MHU 02 berstatus sebagai pasien bergejala ringan, sedangkan MHU 03 dan MHU 04 berstatus sebagai pasien tanpa gejala. Ketiga pasien tersebut sekarang dirawat di Rumah Sakit Gerbang Sehat Mahulu di Ujoh Bilang,” ungkap Boni.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 Kabupaten Mahulu ini melanjutkan, untuk MHU 05 adalah perempuan usia 50 tahun dari Kecamatan Long Apari, yang melakukan perjalanan untuk berobat ke RSUD Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda. Dan pada 15 Agustus hasil swab ke luar dan MHU 05 dinyatakan positif, sehingga sampai 18 Agustus ini pasien masih dirawat  di ruang isolasi RSUD AWS.

“Mengingat MHU 01 dan MHU 05 ber-KTP Mahulu, maka secara administratif datanya dimasukkan ke data temuan kasus di Kabupaten Mahulu. Jadi total sampai saat ini ada lima kasus pasien terkonfirmasi positif di Mahulu,” katanya.

Ia minta masyarakat Mahulu tetap tenang dan waspada karena penyakit COVID-19 bisa disembuhkan, terbukti sudah banyak pasien yang dinyatakan sembuh setelah dirawat.

“Saya imbau warga Mahulu terutama di Ujoh Bilang dan sekitarnya tidak bepergian dulu karena Dinas Kesehatan terus mengadakan penelusuran dan pelacakan terhadap kontak erat terhadap pasien, melaksanakan skrining baik dengan rapid test maupun swab,” ucap Bonifasius.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00