Dinkes Kubar Temukan 91 Kasus HIV/AIDS, 27 Orang Meninggal

KBRN, Sendawar : Dinas kesehatan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur menemukan 91 kasus Human immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) sampai Desember 2019 ini. Penyakit mematikan itu bahkan sudah merenggut 27 nyawa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat melalui Kepala Seksi Pencegahan dan pengendalian penyakit menular dr. Rafaela Wisdafiesta Hinuq mengatakan, kebanyakan penderita AIDS ditularkan melalui penggunaan jarum suntik secara bersama, terutama pemakai Narkoba. Menyusul prilaku seks tidak aman serta bergonta-ganti pasangan.

"HIV AIDS ini adalah penyakit menular, walau penderita nampak sedikit, tapi penyakit ini ibarat fenomena gunung es. Mereka tertular selain karena hubungan seksual tidak aman, juga penularan terbanyak karena Narkoba. Maka jauhi barang haram itu kalau ingin selamat dari ancaman penyakit AIDS," ungkap Rafaela kepada RRI Sendawar, Minggu (1/12/2019).

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tersebut kata dr. Rafaela menyasar hampir semua kalangan. Bahkan indikasinya sebagian besar tidak mau melapor atau belum terdeteksi.

"Masih ada kelompok-kelompok yang beresiko bahkan positif mengidap AIDS tapi tidak mau memeriksakan diri secara sukarela, karena mungkin penyakit tersebut dianggap aib. Sementara dari data yang tercatat, ada 91 kasus yang positif menderita HIV AIDS di Kabupaten Kutai Barat,” katanya.

Untuk penderita yang positif HIV/AIDS, Dinkes Kutai Barat dan RSUD Harapan Insan Sendawar terus memantau dengan memberikan obat secara rutin.

"Kita haruskan mereka meminum obat ARV (anti retro viral) secara teratur, agar bisa menekan penyebaran penyakit mematikan tersebut. Selain itu, kita tetap memotivasi penderita dan diberi penyuluhan supaya tidak menjadi sumber penularan untuk orang lain," lanjut Rafaela.

Ia menambahkan Virus yang menyerang system kekebalan tubuh ini berpotensi menular, namun tidak seharusnya penderita dikucilkan.

"Mereka tetap bisa beraktivitas di tengah-tengah masyarakat seperti biasa. Sekedar salaman, berbicara atau duduk berdekatan tidak akan tertular virus HIV. Kita harus tetap me-manusiakan mereka, bukan menjauhi, karena penderita HIV positif tetap punya hak hidup secara normal," pangkasnya.

"Biasakan hidup bersih dan sehat, perilaku seks yang aman dan jauhi Narkoba, akan menghindarkan diri kita dan keluarga dari HIV AIDS," pesannya.

Jika dilihat dalam 3 tahun terakhir ODHA yang meninggal mencapai 27 jiwa. Pada 2017 misalnya Dinkes mencatat ada 10 orang meninggal dunia dari 27 yang terpapar HIV/AIDS. Kemudian tahun 2018 tercatat 28 orang dan meninggal 8 orang. Sedangkan di tahun 2019 ini penderita HIV/AIDS sudah mencapai 91 orang dan meninggal dunia sebanyak 9 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00