IDI Kaltim : Tetap Waspada Di Tengah Pelonggaran Penggunaan Masker

KBRN, Samarinda : Kasus Covid 19 di Kaltim per 24 Juni 2022 menunjukkan peningkatan dimana angka terkonfirmasi positif bertambah 7 orang dimana 5 orang berasal dari kota Balikpapan dan sisanya masing-masing 1 dari kabupaten Berau serta Penajam Paser Utara.

Terkait hal ini Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dr.Padillah Mante Runa kepada RRI Sabtu (25/6/2022) di Samarinda mengatakan bahwa kasus Covid 19 masih sangat fluktuatif terjadi di Indonesia bahkan Benua Etam sehingga Ia berharap semua pihak untuk tetap waspada ditengah pelonggaran yang diterapkan oleh pemerintah.

“Saat ini di Indonesia kasus Covid 19 sangat fluktuatif dan daearh-daerah tertentu tinggi sekali alhamdulillah kasus rendahnya biasanya nol, nol satu atau dua tapi hari ini terdata ada 7 mulai naik ya jadi kita minta kepada smeua pihak untuk tetap waspada ya tetap prokes kami himbau untuk disiplin”, kata dr. Padillah Mante Runa

dr. Padillah Mante Runa juga menjelaskan IDI terus melibatkan perannya ditengah masyatakat untuk memutus persebaran virus Covid 19 dengan melibatkan Kabupaten Kota di Kaltim untuk terus melakukan kegiatan sosialisasi edukasi seperti seminar serta kegiatan lainnya baik secara online .

“Saya selaku Ketua IDI memastikan IDI tetap memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penularan Covid ini, jadi kita anggota IDI di Kabupaten Kota bersama perhimpunan lainnya memberikan informasi update terkait tata laksana Covid melalui seminar-seminar secara online, kita selalu mengadakan kegiatan itu baik bersama apoter, perawat dan para dokter kita sering melakukan itu mba”, tandas Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim yang juga merupakan Ketua Satgas Stunting Provinsi Kaltim.

Kepada warga Kaltim Ketua IDI Kaltim dr. Padillah Mante Runa berharap semua pihak untuk tetap patuh terhadap prokes saat berada di dalam ruangan saar pertemuan atau rapat untuk tetap menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak  apalagi pada usia rentan disertai komorbid.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar