Ikuti Pelatihan Klinis, 50 Bidan Mahulu Wajib Miliki Sertifikat

Pelatihan Bidan Mahulu.png

KBRN, Mahulu : Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu, keterampilan, kompetensi, dan pelayanan berkualitas bagi anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Angkatan I di Kabupaten Mahakam Ulu ini, merupakan salah satu pelatihan klinis wajib yang harus dipenuhi oleh setiap bidan dalam pengurusan re-sertifikasi Surat Tanda Registrasi (STR).

Sebanyak 50 orang bidan yang bekerja di instansi kesehatan pemerintah maupun swasta di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengikuti Pelatihan Midwifery Update (MU).

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini dibuka oleh ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Sri Handayani secara virtual, dan diikuti oleh anggota IBI cabang Mahakam Ulu di ruang rapat Kantor Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Mahakam Ulu.

Sri Handayani menyebutkan, tujuan diselenggarakannya kegiatan pelatihan Midwifery Update ini adalah untuk menjaga mutu, kompetensi dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) dalam rangka mencapai angka penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

“Setelah mengikuti pelatihan midwifery update ini, diharapkan para peserta dapat senantiasa menjaga mutu pelayanan kepada masyarakat serta terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi,” ujarnya, Senin (23/5/2022).

Selain itu,  Sri Handayani juga berharap agar para bidan dapat memberikan pelayanan maksimal dan berkualitas terhadap kesehatan ibu, bayi, balita, dan kesehatan reproduksi (kespro) termasuk pelayanan KB sesuai dengan perkembangan terkini berdasarkan penggunaan bukti untuk mendukung pengambilan keputusan dipelayanan kesehatan (evidence based practice).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar